PERANAN IPA BAGI KEHIDUPAN MANUSIA

>> Selasa, 20 Maret 2012




PENGERTIAN IPA

IPA sendiri berasal dari kata sains yang berarti alam. Sains menurut Suyoso (1998:23) merupakan “pengetahuan hasil kegiatan manusia yang bersifat aktif dan dinamis tiada henti-hentinya serta diperoleh melalui metode tertentu yaitu teratur, sistematis, berobjek, bermetode dan berlaku secara universal”.
Menurut Abdullah (1998:18), IPA merupakan “pengetahuan teoritis yang diperoleh atau disusun dengan cara yang khas atau khusus, yaitu dengan melakukan observasi, eksperimentasi, penyimpulan, penyusunan teori, eksperimentasi, observasi dan demikian seterusnya kait mengkait antara cara yang satu dengan cara yang lain”.
Dari pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa IPA merupakan pengetahuan dari hasil kegiatan manusia yang diperoleh dengan menggunakan langkah-langkah ilmiah yang berupa metode ilmiah dan dididapatkan dari hasil eksperimen atau observasi yang bersifat umum sehingga akan terus di sempurnakan.
Dalam pembelajaran IPA mencakup semua materi yang terkait dengan objek alam serta persoalannya. Ruang lingkup IPA yaitu makhluk hidup, energi dan perubahannya, bumi dan alam semesta serta proses materi dan sifatnya. IPA terdiri dari tiga aspek yaitu Fisika, Biologi dan Kimia. Pada apek Fisika IPA lebih memfokuskan pada benda-benda tak hidup. Pada sapek Biologi IPA mengkaji pada persoalan yang terkait dengan makhluk hidup serta lingfkungannya. Sedangkan pada aspek Kimia IPA mempelajari gejala-gejala kimia baik yang ada pada makhluk hidup maupun benda tak hidup yang ada di alam.
2.    TIGA ASPEK IPA

1.      FISIKA
Fisika (Bahasa Yunani: φυσικός (physikos), "alamiah", dan φύσις (physis), "Alam") adalah sains atau ilmu tentang alam dalam makna yang terluas. Fisika mempelajari gejala alam yang tidak hidup atau materi dalam lingkup ruang dan waktu. Para fisikawan atau ahli fisika mempelajari perilaku dan sifat materi dalam bidang yang sangat beragam, mulai dari partikel submikroskopis yang membentuk segala materi (fisika partikel) hingga perilaku materi alam semesta sebagai satu kesatuan kosmos.
Beberapa sifat yang dipelajari dalam fisika merupakan sifat yang ada dalam semua sistem materi yang ada, seperti hukum kekekalan energi. Sifat semacam ini sering disebut sebagai hukum fisika. Fisika sering disebut sebagai "ilmu paling mendasar", karena setiap ilmu alam lainnya (biologi, kimia, geologi, dan lain-lain) mempelajari jenis sistem materi tertentu yang mematuhi hukum fisika. Misalnya, kimia adalah ilmu tentang molekul dan zat kimia yang dibentuknya. Sifat suatu zat kimia ditentukan oleh sifat molekul yang membentuknya, yang dapat dijelaskan oleh ilmu fisika seperti mekanika kuantum, termodinamika, dan elektromagnetika.
Fisika juga berkaitan erat dengan matematika. Teori fisika banyak dinyatakan dalam notasi matematis, dan matematika yang digunakan biasanya lebih rumit daripada matematika yang digunakan dalam bidang sains lainnya. Perbedaan antara fisika dan matematika adalah: fisika berkaitan dengan pemerian dunia material, sedangkan matematika berkaitan dengan pola-pola abstrak yang tak selalu berhubungan dengan dunia material. Namun, perbedaan ini tidak selalu tampak jelas. Ada wilayah luas penelitan yang beririsan antara fisika dan matematika, yakni fisika matematis, yang mengembangkan struktur matematis bagi teori-teori fisika.
·         APLIKASI FISIKA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
Aplikasi Gerak Lurus Beraturan
Gerak  Lurus Beraturan (GLB) merupakan gerak yang memiliki kecepatan yang konstan. Walaupun GLB sulitditemukan dalam kehidupan sehari-hari, karena biasanya kecepatan gerak benda selalu berubah-ubah. Misalnya ketika dirimu mengendarai sepeda motor atau mobil, laju mobil pasti selalu berubah-ubah. Ketika ada kendaraan di depan, pasti kecepatan kendaraan akan segera dikurangi. Hal ini agar kita tidak tabrakan dengan pengendara lain, terutama jika kondisi jalan yang ramai. Lain lagi jika kondisi jalan yang tikungan dan rusak.
Contoh kedua: kendaraan yang melewati jalan tol. Walaupun terdapat tikungan pada jalan tol, kendaraan beroda bisa melakukan GLB pada jalan tol hal ini jika lintasan tol lurus. Kendaraan yang bergerak pada jalan tol juga kadang mempunyai kecepatan yang tetap.
Contoh kedua, gerakan kereta api atau kereta listrik di atas rel. Lintasan rel kereta kadang lurus, walaupun jaraknya hanya beberapa kilometer. Kereta api melakukan GLB ketika bergerak di atas lintasan rel yang lurus tersebut dengan laju tetap.
Contoh ketiga : kapal laut yang menyeberangi lautan atau samudera. Ketika melewati laut lepas, kapal laut biasanya bergerak pada lintasan yang lurus dengan kecepatan tetap. Ketika hendak tiba di pelabuhan tujuan, biasanya kapal baru mengubah haluan dan mengurangi kecepatannya.
Contoh keempat : gerakan pesawat terbang. Pesawat terbang juga biasa melakukan GLB. Setelah lepas landas, pesawat terbang biasanya bergerak pada lintasan lurus dengan dengan laju tetap. Walaupun demikian, pesawat juga mengubah arah geraknya ketika hendak tiba di bandara tujuan.
Aplikasi GLBB dalam kehidupan sehari-hari.
GLBB merupakan gerak lurus berubah beraturan. Berubah beraturan maksudnya kecepatan gerak benda bertambah secara teratur atau berkurang secara teratur. Perubahan kecepatan tersebut dinamakan percepatan. Secara awam sangat r menemukan benda yang melakukan gerak lurus berubah beraturan. Pada kasus kendaraan beroda misalnya, ketika mulai bergerak dari keadaan diam, pengendara biasanya menekan pedal gas (mobil dkk) atau menarik pedal gas (motor dkk). Pedal gas tersebut biasanya tidak ditekan atau ditarik dengan teratur sehingga walaupun kendaraan kelihatannya mulai bergerak dengan percepatan tertentu, besar percepatannya tidak tetap alias selalu berubah-ubah. Contoh GLBB dalam kehidupan sehari-hari pada gerak horisontal alias mendatar nyaris tidak ada.
Contoh GLBB yang selalu kita jumpai dalam kehidupan hanya gerak jatuh bebas. Pada gerak umit menemukan aplikasi GLBB dalam kehidupan sehari-hari.jatuh bebas, yang bekerja hanya percepatan gravitasi dan besar percepatan gravitasi bernilai tetap. Tapi dengan penerapa ilmu fisika, GLBB dapat ditemukan dalam kegiatan kita sehari-hari. Contohnya buah mangga yang lezat atau buah kelapa yang jatuh dari pohonnya.Jika kita pernah jatuh dari atap rumah tanpa sadar kita juga melakukan GLBB.
Aplikasi gerak vertikal dalam kehidupan sehari-hari :
Gerak vertikal terdiri dari dua jenis, yakni gerak vertikal ke atas dan gerak vertikal ke bawah. Benda melakukan gerak vertikal ke atas atau ke bawah jika lintasan gerak benda lurus. Kalau lintasan miring, gerakan benda tersebut termasuk gerak parabola. Aplikasi gerak vertikal dalam kehidupan sehari-hari misalnya ketika kita melempar sesuatu tegak lurus ke bawah (permukaan tanah), ini termasuk gerak vertikal.
Aplikasi gelombang elektromagnetik:
Saat ini hampir semua orang memiliki peralatan yang satu ini. Dia begitu kecil yang bisa dengan nyaman diletakkan di dalam saku, namun dianggap memiliki fungsi yang sangat besar terutama untuk berkomunikasi. Benda itu adalah sebuah ponsel (telepon seluler). Saat ini ponsel tidak hanya digunakan untuk menelpon saja tetapi juga untuk fungsi lain seperti mengirim dan menerima pesan singkat (sms), mendengarkan musik, atau mengambil foto. Bagaimana perangkat ponsel dapat terhubung dengan perangkat ponsel yang lain padahal mereka saling berjauhan? Konsep yang bisa menjelaskan fenomena ini adalah konsep gelombang elektromagnetik. Konsep gelombang elektromagnetik ternyata sangat luas tidak hanya berkaitan dengan TV atau ponsel saja, melainkan banyak aplikasi lain yang bisa sering kita temukan sehari-hari di sekitar kita. Aplikasi tersebut meliputi microwave, radio, radar, atau sinar-x. Selain itu karya Röntgen yang mengantarkan dirinya mendapatkan hadiah nobel fisika pada 1901 ini akan menjadi sebuah alat yang sangat berguna sekali dalam kedokteran. Sinar-X itulah sebuah fenomena yang ditemukan oleh Roentgen pada laboratoriumnya. Sebuah fenomena yang kemudian menjadi awal pencitraan medis (medical imaging) pertama, tangan kiri istrinya menjadi uji coba eksperimen penemuan ini. Inilah menjadi titik awal penggunaan pencitraan medis untuk mengetahui struktur jaringan manusia tanpa melalui pembedahan terlebih dahulu. Penemuan ini juga menjadi titik awal perkembangan fisika medis di dunia, yang menkonsentrasikan aplikasi ilmu fisika dalam bidang kedokteran.
Eksperimen Röntgen terhadap tangan istrinya, menjadi inspirasi produksi alat yang dapat membantu dokter dalam diagnosa terhadap pasien, dengan mengetahui citra tubuh manusia. Citra atau gambar yang dihasilkan dari sinar-X ini sifatnya adalah membuat gambar 2 dimensi dari organ tubuh yang dicitrakan dengan memanfatkan konsep atenuasi berkas radiasi pada saat berinterakasi dengan materi. Gambar atau citra objek yang diinginkan kemudian direkam dalam media yang kemudian dikenal sebagai film. Dari Gambar yang diproduksi di film inilah informasi medis dapat digali sesuai dengan kebutuhan klinis yang akan dianalisis.
Setelah puluhan tahun sinar-X ini mendominasi dunia kedokteran, terdapat kelemahan yaitu objek organ tubuh kita 3 dimensi dipetakan dalam gambar 2 dimensi. Sehingga akan terjadi saling tumpah tindih stukur yang dipetakan, secara klinis informasi yang direkam di film dapat terdistorsi. Inilah tantangan berikutnya bagi fisikawan untuk berkreasi. Tahun 1971, seorang fisikwan bernama Hounsfield memperkenalkan sebuah hasil invensinya yang dikenal dengan Computerized Tomography atau yang lazim dikenal dengan nama CT Scan. Invensi Hounsfield ini menjawab tantangan kelemahan citra sinar-X konvensional yaitu CT dapat dapat mencitrakan objek dalam 3 Dimensi yang tersusun atas irisan-irisan gambar (tomography) yang dihasilkan dari perhitungan algoritma(bahasa program) komputer. Karya Hounsfield ini menjadi revolusi besar-besaraan dalam dunia pencitraan medis atau kedokteran yang merupakan rangkaian yang berkaitan. Citra/gambar hasil CT dapat menujukan struktur tubuh kita secara 3 dimensi, sehingga secara medis dapat dijadikan sebagai sebuah alat bantu untuk penegakkan diagnosa yang dibutuhkan. Untuk mengabadikan penemunya dalam CT terdapat bilangan CT atau Hounsfield Unit (HU), namun penemuan ini juga meruapakan jasa Radon dan Cormack.
Tahun 1990an, lahir kembali sebuah perangkat yang dikenal dengan nama Magnetic Resonance Imaging. Perangkat ini invensi yang tidak kalah hebatnya dengan CT, karena menggunakan sistem fisika yang berbeda. MRI istilah kerennya menggunakan pemanfaatan aktivitas fisis spin tubuh manusia pada saat berada dalam medan magnet yang kuat dan kemudian dengan sistem gangguan gelombang radio yang sama dengan frekuensi Larmor, menghasilkan sebuah sinyal listrik. Sinyal inilah yang dikenal dengan Free Induction Decay yang kemudian dievaluasi dengan Transformasi Fourier menjadi citra 3 Dimensi. Invensi ini juga sangat fenomenal, karena terobosan baru yang tidak menggunakan radiasi pengion seperti CT dan sinar Roentgen untuk dapat menghasilkan sebuah citra dengan resolusi yang yang sangat baik dalam mencitrakan stuktur tubuh manusia khususnya organ kepala. Inventor MRI mendapat ganjaran hadiah nobel bidang fisologi dan kedokteran tahun 2003.
Inilah sekelumit peranan fisika yang yang sangat revlusioner mengubah dunia kedokteran menjadi modern. Tanpa lahirnya sinar-X, CT, dan MR bagaimana kita dapat mengetahui posisi kelainan yang ada ditubuh kita bagian dalam atau kanker? Dengan karya fisikawan, insiyur, ahli komputer munculah sebuah teknologi yang digunakan untuk penegakkan diagnosa. Banyak teknologi lain yang dikembangkan oleh para fisikawan dan ilmuwan lain untuk kedokteran seperti halnya ultrasonografi, linear accelerator untuk radioterapi, dan juga CT dan USG 4 Dimensi.
Aplikasi energi(nuklir) dalam kehidupan sehari-hari:
Teknologi dan teknik penggunaan nuklir dapat memberikan manfaat dan kontribusi yang besar untuk pembangunan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Misalnya, nuklir dapat digunakan di bidang pertanian, seperti pemuliaan tanaman Sorgum dan Gandum dengan melalui metode induksi mutasi dengan sinar Gamma.
Di bidang kedokteran, teknik nuklir memberikan kontribusi yang tidak kalah besar, yaitu, terapi three dimensional conformal radiotherapy (3D-CRT), yang dapat mengembangkan metode pembedahan dengan menggunakan radiasi pengion sebagai pisau bedahnya. Dengan teknik ini, kasus-kasus tumor ganas yang sulit dijangkau dengan pisau bedah konvensional menjadi dapat diatasi, bahkan tanpa merusak jaringan lainnya.
Di bidang energi, nuklir dapat berperan sebagai penghasil energi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). PLTN dapat menghasilkan energi yang lebih besar dibandingkan pembangkit
Aplikasi hukum Newton:
Hukum  1 newton :
sebuah benda mempertahankan kedudukannya
contoh : jika kita dalam sebuah mobil saat mobil itu tiba2 maju badan kita tba2 terdorong
ke belakang
Hukum  2 newton :
kita berada dalam lift
hukum 3 newton :
ini merupakan gaya aksi = reaksi
contoh : saat kita menekan papan tulis (aksi) maka papan tulis memberikan reaksi , bila
aksi lebih besar dari pada reaksi maka papan tulis akan rusak dan sebaliknya
Marilah para ilmuwan bangsaku, berlombalah berkreasi. Minimalnya untuk kemandirian kita akan teknologi untuk melayani kebutuhan bangsa sendiri….. Fisikawan Indonesia teruslah berkarya.

2.      KIMIA

Kimia (dari bahasa Farsi dan bahasa Indo-Eropa کیمیا / kimia "seni transformasi" "alkimia") adalah ilmu yang mempelajari mengenai komposisi, struktur, dan sifat zat atau materi dari skala atom hingga molekul serta perubahan atau transformasi serta interaksi mereka untuk membentuk materi yang ditemukan sehari-hari. Kimia juga mempelajari pemahaman sifat dan interaksi atom individu dengan tujuan untuk menerapkan pengetahuan tersebut pada tingkat makroskopik. Menurut kimia modern, sifat fisik materi umumnya ditentukan oleh struktur pada tingkat atom yang pada gilirannya ditentukan oleh gaya antaratom dan ikatan kimia.
·         APLIKASI KIMIA DALAM KEHIDUPAN

Bidang kedokteran dan farmasi
Ilmu kimia diperlukan untuk mengatasi berbagai kasus,seperti uji kesehatan laboratorium, pembuatan alat cuci darah, pembuatan materi sintetis pengganti tulang serta pembuatan obat-obatan.
Bidang Geologi
Ilmu kimia diperlukan untuk penelitian jenis dan komposisi materi dalam batuan dan mineral
Bidang Pertanian
Ilmu kimia digunakan untuk pembuatan berbagai macam pupuk dan pestisida atau pembasmi serangga.
Bidang Industri
Ilmu kimia berperan dalam pembuatan serat sintetis sebagai pengganti kapas, wool dan sutera alam yang produksinya semakin tak tercukupi
Bidang Sosial
Ilmu kimia juga dapat membantu dalam perekonomian, buktinya dalam pembuatan alat tukar menukar atau uang, dalam pembuatan uang diperlukan bahan-bahan kimia tentunya.
Bidang rumah tangga
Contohnya, Dalam kehidupan sehari-hari, kita mengenal berbagai bahan kimia pembersih, di antaranya sabun dan detergen.


3.      BIOLOGI

Biologi (ilmu hayat) adalah ilmu mengenai kehidupan. Istilah ini diambil dari bahasa Belanda "biologie", yang juga diturunkan dari gabungan kata bahasa Yunani, βίος, bios ("hidup") dan λόγος,logos ("lambang", "ilmu"). Dahulu—sampai tahun 1970-an—digunakan istilah ilmu hayat (diambil dari bahasa Arab, artinya "ilmu kehidupan").
Obyek kajian biologi sangat luas dan mencakup semua makhluk hidup. Karenanya, dikenal berbagai cabang biologi yang mengkhususkan diri pada setiap kelompok organisme, seperti botani, zoologi, dan mikrobiologi. Berbagai aspek kehidupan dikaji. Ciri-ciri fisik dipelajari dalam anatomi, sedang fungsinya dalam fisiologi; Perilaku dipelajari dalam etologi, baik pada masa sekarang dan masa lalu (dipelajari dalam biologi evolusioner dan paleobiologi); Bagaimana makhluk hidup tercipta dipelajari dalam evolusi; Interaksi antarsesama makhluk dan dengan alam sekitar mereka dipelajari dalam ekologi; Mekanisme pewarisan sifat—yang berguna dalam upaya menjaga kelangsungan hidup suatu jenis makhluk hidup—dipelajari dalam genetika.
Saat ini bahkan berkembang aspek biologi yang mengkaji kemungkinan berevolusinya makhluk hidup pada masa yang akan datang, juga kemungkinan adanya makhluk hidup di planet-planet selain bumi, yaitu astrobiologi. Sementara itu, perkembangan teknologi memungkinkan pengkajian pada tingkat molekul penyusun organisme melalui biologi molekular serta biokimia, yang banyak didukung oleh perkembangan teknik komputasi melalui bidang bioinformatika.
Ilmu biologi banyak berkembang pada abad ke-19, dengan ilmuwan menemukan bahwa organisme memiliki karakteristik pokok. Biologi kini merupakan subyek pelajaran sekolah dan universitas di seluruh dunia, dengan lebih dari jutaan makalah dibuat setiap tahun dalam susunan luas jurnal biologi dan kedokteran.[1]
·         PERAN BIOLOGI DALAM KEHIDUPAN

BIDANG KEDOKTERAN
Sebagai ilmu yang mempelajari tentang seluk beluk kehidupan, manfaat Biologi dalam meningkatkan kesejahteraan manusia tidak perlu diragukan lagi. Berdasarkan ilmu murni Biologi, telah dikembangkan berbagai ilmu terapan (bioteknologi) yang telah memajukan dunia kedokteran, industri, pertanian, dan peternakan, serta perikanan. Seberapa besarkah pemanfaatan biologi untuk kesejahteraan manusia telah dilaksanakan? Untuk mengetahui hal tersebut marilah kita pelajari uraian selanjutnya berikut ini.Dahulu banyak masalah penyakit yang tidak dipahami penyebab maupun cara pengobatannya, sehingga cara yang ditempuh untuk mencegah maupun dalam menyembuhkannya tidak tepat. Tetapi berkat perkembangan Biologi, khususnya dalam cabang ilmu: anatomi dan fisiologi manusia, mikrobiologi, virologi dan patologi, telah banyak membantu para dokter dalam memahami penyebab gangguan tersebut. Dengan demikian para dokter berhasil mencegah dan menyembuhkan berbagai penyakit yang sampai saat ini sering menjadi masalah yang menakutkan manusia.
Berikut ini adalah contoh-contoh sumbangan pengetahuan yang telah diberikan oleh Biologi beserta cabang-cabang ilmunya dalam dunia kesehatan dan atau kedokteran.
a. Transplantasi Organ tubuh
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbnGut_KE2NFZkzPtW6j4S6Vigsi4G4rtJgywHzdqbh8_FlGrc4o6xUItznqXTWGv6u29dHi3wHoIo7QgKZ3EoqXyE2M-F3rXHKf7yeLpD1ONveWUULernIky7d_Bc9cdnI34QSU_We5U/s320/B.transplantasi.jpgPara penderita penyakit yang mengalami kerusakan pada salah satu organ tubuhnya, kini telah mendapatkan jalan keluarnya yaitu melalui teknik transplantasi (pencangkokan) organ. Transplantasi organ yang sudah berhasil dilakukan oleh para dokter adalah pencangkokan ginjal, jantung, sumsum tulang belakang maupun hati.
b. Teknik fertilasi invitro
Teknik fertilasi invitro telah dapat diaplikasikan tidak hanya pada hewan ternak, tetapi telah dapat dilakukan pada manusia. Teknik ini dapat membantu pasangan suami istri yang sulit mendapatkan keturunan karena suatu kelainan. Fertilasi ini tentunya berasal dari gamet pasangan yang bersangkutan. Teknik karakterisasi dan pemisahan gamet sperma yang membawa kromosom X dan Y (penentu jenis kelamin keturunan) juga telah berhasil dilakukan. Teknik ini memungkinkan para pasangan suami isteri mendapatkan keturunannya dengan jenis kelamin tertentu.
c. Mikrobiologi kedokteran telah berhasil mengidentifikasi beberapa jenis mikroba yang menyebabkan penyakit pada manusia maupun hewan. Dengan demikian, antibiotik untuk mikroba-mikroba tersebut dapat dibuat.
d. Virologi pun telah memberikan sumbangannya pada dunia kedokteran, dengan mendasari pengetahuan dalam usaha menciptakan vaksin-vaksin. Misalnya pada kasus yang baru saja terjadi yaitu mengenai Virus Flu Burung. Sebuah surat kabar memberitakan bahwa Virus Flu Burung atau disebut juga Virus Avian Influenza, yang hanya dapat diteruskan kepada manusia melalui kontak yang sangat dekat, telah dapat ditemukan vaksinnya oleh para pakar Imunologi dan Bioteknologi di Badan Kesehatan Dunia (WHO). Caranya adalah dengan menggabungkan gen Avian dengan gen flu pada manusia agar menjadi ‘aman’. Mereka mengambil satu gen virus flu burung kemudian menggantikan gennya tadi dengan gen flu manusia. Hasil dari kombinasi virus buatan ini kemudian dipersiapkan sebagai basis untuk pembuatan vaksinnya. (Sumber: Pikiran Rakyat 5 Februari 2004).
e. Para penderita obesitas (penyakit kegemukan) kini pun telah mendapatkan jalan keluar dalam mengatasi kelebihan berat badannya. Hal ini dijelaskan dalam suatu kutipan dari sebuah surat kabar bahwa; Para ahli fisiologi dan ilmu gizi dari Universitas Texas Southwestern Medical Centre, Dallas Amerika Serikat, telah berhasil mengubah sel-sel lemak biasa menjadi lemak yang bisa terbakar. Penelitian dilakukan melalui penyuntikan gen Leptin (suatu protein yang terkait dengan proses metabolisme) pada tikus percobaan. Hasil penyisipan gen membuktikan bahwa sel-sel yang biasanya menimbun lemak berubah menjadi sel-sel pembakar lemak. Akibatnya, tikus menjadi langsing dengan hilangnya 26% bobot tubuhnya selama dua pekan. (Sumber: Pikiran Rakyat 26 Februari 2004).
Demikianlah pemanfaatan Biologi dalam bidang kedokteran, yang pada dewasa ini sudah banyak kemajuan yang dicapai. Di samping itu, berkat penelitian yang terus menerus, bermunculan berbagai cabang ilmu kedokteran (spesialisasi) berikut teknik-tekniknya, yang pada dasarnya dilakukan untuk meningkatkan kesehatan manusia. Masyarakat pun kini semakin mengetahui bagaimana cara hidup sehat, mengatur gizi, menghindari serta mencegah penyakit, yaitu dengan selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan, berolah raga secara teratur dan mengkonsumsi makanan bergizi dengan menu 4 sehat 5 sempurna dan pola gizi seimbang.

BIDANG PERTANIAN
Dahulu para petani hanya mengetahui cara-cara bertani yang sederhana/tradisional, yakni hanya dengan mencangkul tanah kemudian menanaminya dengan tanaman yang diinginkan lalu disirami secukupnya. Dan hasil yang didapat ternyata tidak terlalu menggembirakan baik mutu maupun jumlahnya. Jika hal ini tidak segera diperbaiki maka kebutuhan masyarakat akan pangan tidak dapat tercukupi, dan akan terjadi kekurangan bahan pangan (rawan pangan). Apalagi pada masa sekarang ini, dimana telah terjadi ledakan jumlah penduduk, tentunya masalah rawan pangan merupakan masalah yang harus segera ditangani.Usaha yang harus dilakukan tidak hanya pada bagaimana membatasi pertambahan jumlah penduduk, tetapi juga harus dipikirkan bagaimana caranya meningkatkan produksi pangan.
Berkat kemajuan cabang-cabang Biologi dan teknologinya, sudah banyak orang mengetahui bagaimana cara meningkatkan hasil pertaniannya. Masyarakat khususnya para petani, kini telah banyak mengetahui bagaimana cara memilih bibit tanaman unggul, bagaimana cara memilih pupuk yang diperlukan berikut cara memupuknya, serta bagaimana cara memberantas hama dengan pestisida atau insektisida, dengan maksud meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panennya. Mereka pun telah banyak mengetahui teknik-teknik berkebun seperti mencangkok, menempel, mengenten dan sebagainya.
Untuk mendapatkan bibit unggul dari berbagai jenis tanaman sekarang tidaklah sulit. Hampir di seluruh pelosok tanah air, bibit unggul berbagai jenis tanaman bukan merupakan barang langka lagi. Hal ini berkat makin berkembangnya prinsip-prinsip Genetika yang sudah banyak diketahui oleh para petani, seperti dengan melakukan penyilangan (bastar), yang dapat dilakukan sendiri oleh mereka. Selain itu, dengan menerapkan prinsip-prinsip Fisiologi Tumbuhan, para petani melalui para ahli pertanian yang telah banyak mengetahui jenis pupuk yang baik untuk berbagai jenis tanaman.
Adapun dalam penggunaan pupuk, pestisida atau insektisida pada persawahan, perkebunan atau perladangan ini, para petani harus memperhatikan faktor keseimbangan ekosistem di sekitarnya. Misalnya dengan mengikuti/mematuhi dosis (takaran) serta intensitas yang ditetapkan oleh setiap jenis pupuk atau pestisidanya. Jika pemakaian zat-zat kimia tersebut melebihi aturan yang ditetapkan biasanya akan menimbulkan pencemaran air sungai di sekitar areal pertanian tersebut.
Contoh kasus yang sering terjadi akibat pemakaian zat kimia yang tidak memperhatikan faktor keseimbangan ekosistem adalah pada pemakaian pupuk N yang intensif. Pemakaian pupuk N secara terus menerus dapat menyebabkan kadar nitrat dalam air sungai di areal penanaman menjadi tinggi. Akibat yang terjadi kemudian adalah timbulnya penyakit methemoglobinemia jika air sungai tersebut dikonsumsi oleh manusia. Selain timbulnya penyakit itu, dapat terjadi pula eutrofikasi. Apakah methemoglobinemia itu, dan apa yang dimaksud dengan eutrofikasi?
Methemoglobinemia merupakan ketidakmampuan hemoglobin di dalam sel-sel darah merah untuk mengikat oksigen, karena hemoglobin diikat oleh nitrit. Nitrit ini dihasilkan dari pengubahan nitrat yang mengkontaminasi air minum oleh mikroorganisme pada saluran pencernaan manusia. Dan tahukah Anda apa akibatnya jika tubuh kita kekurangan oksigen? Sedangkan eutrofikasi adalah pengeruhan air yang disebabkan oleh berkembang dengan pesatnya alga dan eceng gondok pada perairan yang tercemar nitrat. Eutrofikasi ini menyebabkan organisme seperti ikan-ikan di perairan tersebut menjadi mati. Maka dari itulah, pengetahuan mengenai Ekologi serta teknik bertani sangat diperlukan agar tidak terjadi hal-hal yang pada akhirnya akan merugikan masyarakat sekitar atau para petani sendiri. Menurut Anda bagaimanakah mencegah pencemaran perairan oleh pupuk nitrat? Ya betul, diantaranya dengan mengadakan pergiliran penanaman jenis tanaman atau rotasi tanaman, sehingga pupuk yang digunakan juga berganti-ganti. Masalah penyakit-penyakit yang menyerang tanaman, kini juga sudah banyak diketahui penyebabnya. Sudah banyak jenis virus, bakteri dan parasit lain yang menyerang tanaman budi daya yang berhasil diidentifikasi dan ditemukan cara pemberantasannya. Hal ini tentu berkaitan dengan kemajuan di bidang cabang-cabang Biologi seperti virologi, mikrobiologi dan parasitologi. Jadi, cabang-cabang Biologi yang berhubungan dengan bidang pertanian adalah botani, anatomi tumbuhan, fisiologi tumbuhan, virologi tumbuhan, parasitologi, mikrobiologi, genetika dan ekologi.
Perkembangan bioteknologi seperti teknik Rekayasa Genetika, Kultur Jaringan, dan teknik Mutasi Buatan pun kini sudah berhasil membantu mengatasi masalah rawan pangan. Coba Anda perhatikan uraian berikut ini, mengenai contoh-contoh sumbangan pengetahuan yang telah diberikan oleh Biologi beserta cabang-cabang ilmunya dalam dunia pertanian:

a.Bioteknologi dan Biologi Molekuler telah berhasil menemukan teknik-teknik untuk Rekayasa Genetika, seperti teknik transfer nukleus, teknik pemotongan, penyambungan dan penyisipan gen, dimana teknik-teknik ini bertujuan untuk mencari atau menciptakan jenis tanaman dengan sifat unggul tertentu (tanaman transgenik). Teknik-teknik rekayasa genetika seperti ini biasanya dilanjutkan dengan suatu teknik yang disebut Kloning. Istilah Klon merupakan garis turunan individu-individu yang secara genetik identik. Klon juga diartikan sebagai usaha membuat satu atau lebih replika (duplikat) suatu individu, sel, ataupun gen. Pengaplikasian yang sudah berhasil dilakukan adalah pada terciptanya tanaman budi daya yang mampu menghasilkan insektisida sendiri, sehingga tanaman tersebut tidak perlu disemprot insektisida lagi saat di lahan pertanian nantinya. Contoh jenis tanaman pangan yang telah berhasil di rekayasa dengan tiujuan tersebut adalah tanaman buah apel, pir, kol/kubis, brokoli, dan kentang. Teknik rekayasa genetika ini juga sudah berhasil menciptakan tanaman budi daya yang mampu mengikat nitrogen bebas sendiri dari udara, sehingga tanaman tersebut tidak perlu diberi pupuk nitrogen sintetik lagi saat di lahan pertanian nantinya. Contoh jenis tanaman yang sudah berhasil direkayasa untuk tujuan tersebut adalah pada padi dan gandum.

b. Melalui kemajuan di bidang Biologi Molekuler, telah dapat diketahui pula urutan gen pada genom sel-sel tumbuhan, sehingga para biologiwan dapat mengidentifikasi urutan-urutan gen tertentu yang bertanggungjawab untuk perkembangan organ. Dengan demikian para biologiwan dapat memodifikasi arah perkembangan tanaman yang diinginkan. Pengaplikasian teknik ini yang sudah berhasil dilakukan adalah telah terciptanya batang pohon jati yang dapat tumbuh dengan diameter besar dan lurus.

c. Dengan menggunakan teknik kultur Jaringan, tanaman yang sudah diketahui berkhasiat sebagai obat, atau pun tanaman budi daya yang sudah diketahui keunggulan mutunya, dapat diproduksi dengan waktu singkat, dalam jumlah yang banyak, tanpa memerlukan lahan yang luas, dan dengan kondisi steril. Teknik kultur jaringan ini termasuk salah satu usaha kloning, dimana individu-individu baru yang dihasilkan akan sama persis atau identik dengan suatu tanaman yang sudah diketahui manfaat maupun keunggulannya. Adapun contoh-contoh tanaman budi daya yang sudah berhasil diperbanyak dengan teknik kultur jaringan tersebut antara lain tanaman kelapa sawit, tanaman anggrek, tanaman pisang barangan, dan wortel.

d. Teknik Mutasi Buatan merupakan usaha merubah susunan atau jumlah materi genetik/DNA dengan menggunakan radiasi sinar radioaktif (sinar X, alpha, beta dan gamma) atau dengan senyawa kimia (kolkisin).
Teknik mutasi dengan sinar gamma biasanya ditujukan untuk menghasilkan biji-biji tanaman padi dan palawija, agar berumur pendek (cepat dipanen), hasilnya banyak dan tahan terhadap serangan hama wereng. Selain itu, terdapat teknik mutasi buatan lainnya, yakni teknik perendaman biji-biji tanaman perkebunan dan pertanian dalam senyawa kolkisin, senyawa ini menyebabkan tanaman mempunyai buah yang besar dan tidak berbiji; misalnya buah semangka, pepaya, jeruk, dan anggur tanpa biji, seperti pada gambar 22 berikut. Namun sayangnya tanaman ini tidak dapat menghasilkan tanaman baru sebagai keturunannya, karena buah-buahan yang dihasilkan tidak memiliki organ reproduksi yaitu biji. Lalu bagaimanakah caranya bila kita menghendaki buah-buahan tanpa biji lagi? Ya benar, kita harus memulai lagi dari perendaman biji-biji (benih) dari buah yang memiliki biji, dengan senyawa kolkisin. Baru kemudian ditanam dan ditunggu hasil buahnya yang pasti tidak memiliki biji.

BIDANG PETERNAKAN
Seperti halnya pada bidang pertanian, pemanfaatan Biologi pada bidang peternakan pun sudah sedemikian besar. Dengan menerapkan pengetahuan cabang-cabang Biologi seperti zoologi, anatomi hewan, fisiologi hewan, genetika, biologi reproduksi, embriologi, dan biologi molekuler/rekayasa genetika, para peternak dan masyarakat yang lebih luas telah dapat menikmati hasilnya. Melalui penerapan ilmu-ilmu tersebut telah banyak dihasilkan ternak varietas unggul, diantaranya adalah ayam penghasil banyak telur, ayam pedaging, sapi pedaging, sapi penghasil banyak susu, dan domba pedaging.
Dalam usaha perbanyakan ternak unggul tersebut kini pun telah banyak menggunakan teknik kawin silang (hibridisasi) dan teknik kawin suntik (inseminasi buatan). Dengan teknik inseminasi buatan, dapat dihasilkan keturunan sapi atau domba yang diharapkan tanpa mengenal musim kawin, serta tidak melibatkan sapi atau domba jantan.
Teknik inseminasi buatan ini diikuti dengan teknik superovulasi, yakni teknik perbanyakan ternak unggul dengan cara menyuntikkan hormon reproduksi berupa PMSG (pregnant mare serum gonadotrophin) dan HCG (human chorionic gonadotrophin). Hormon-hormon ini berfungsi merangsang terbentuknya sel telur dalam jumlah banyak sebelum sapi atau domba diinseminasi. Adapun spermatozoa yang berasal dari ternak jantan dapat diperoleh tidak harus dari ternak jantan secara langsung, tetapi diambil dari tempat penyimpanan spermatozoa. Teknik penyimpanan spermatozoa menggunakan nitrogen cair bersuhu –196 derajat celcius.
Selain teknik inseminasi dan superovulasi, dewasa ini telah dikembangkan juga teknik fertilisasi in vitro. Pada teknik ini, embrio dapat dihasilkan di luar uterus (kandungan) induk betina dalam jumlah tertentu. Dan sebelum embrio ini diimplantasikan (ditanam dalam uterus induk betina) dapat disimpan dalam jangka waktu tertentu pada nitrogen cair bersuhu –196 derajat celcius. Embrio dari jenis unggul ini kemudian dapat diimplantasikan ke induk sapi betina yang tidak unggul bunting semu dari species yang sama. Dengan demikian akan cepat diperoleh banyak sapi unggul.

BIDANG PERIKANAN
Ikan, baik ikan yang hidup di air tawar maupun yang hidup di laut, merupakan organisme air yang dapat dimanfaatkan manusia sebagai salah satu bahan pangan, karena diketahui kandungan proteinnya sangat tinggi. Selain itu, ikan-ikan yang bentuk ataupun permukaan tubuhnya tampak menarik dapat dijadikan hiasan dalam sebuah akuarium. Adapun pemanfaatan Biologi dalam bidang perikanan tampak antara lain dalam upaya pembudidayaan ikan, juga dalam usaha pelestarian ekosistem perairannya. Pembudidayaan ikan yang telah banyak dilakukan yakni dalam (1) pembuatan tambak-tambak, karamba jala apung (kajapung), maupun rumpon, serta (2) pelestarian terumbu karang, mangrove, hutan bakau, dan lamun.
Pada tambak-tambak, usaha pembudidayaan ikan-ikan yang diketahui bernilai gizi tinggi atau yang bernilai ekonomis adalah dengan dilakukannya pemijahan. Dengan teknik pemijahan dalam tambak-tambak, spermatozoa dan sel telur dari ikan jantan dan ikan betina, dapat dengan mudah bertemu menjadi zigot, tanpa harus terganggu oleh arus air laut. Selain itu telur-telur yang dihasilkan juga akan terhindar dari para pemangsa/predatornya, sehingga besar kemungkinannya telur-telur itu akan menetas dan menjadi ikan. Contoh pemanfaatan Biologi lainnya dalam bidang ini adalah dengan diketemukannya manfaat daun singkong yang ternyata dapat dijadikan pakan tambahan bagi ikan nila merah sehingga dapat mempercepat pertumbuhan ikan tersebut.
Melalui penelitian-penelitian dalam bidang Biologi juga diketahui bahwa manfaat hutan bakau, mangrove, serta lamun adalah penting dalam ekosistem pantai. Selain berperan sebagai produsen, ketiga macam ekosistem tersebut diketahui juga memiliki fungsi fisik. Fungsi fisik tersebut adalah; dengan adanya hutan bakau, mangrove dan lamun, energi hempasan gelombang laut yang masuk ke pantai dapat tertahan atau berkurang, dengan demikian dapat mencegah abrasi (erosi daratan akibat pasang surut air laut). Selain itu, ketiga jenis ekosistem pantai tersebut diketahui berperan sebagai penyaring sedimen/lumpur dari daratan, hal ini sangatlah penting bagi ekosistem terumbu karang, karena terumbu karang memerlukan perairan yang jernih.

Demikianlah pemanfaatan Biologi dalam bidang perikanan. Diharapkan Anda sudah memahaminya. Kini, sebelum kita melangkah pada pemanfaatan biologi pada bidang industri, perhatikanlah kesimpulan singkat berikut ini.
a. Perkembangan bioteknologi dan biologi molekuler saat ini adalah ditemukannya beberapa teknik rekayasa genetika seperti; teknik transfer nukelus, pemotongan dan penyambungan gen, serta teknik penyisipan gen. Teknik-teknik ini sudah diaplikasikan untuk keperluan bidang peternakan, pertanian, dan kedokteran, melalui kloning.
b. Pada bidang pertanian, teknik rekayasa genetika yang bertujuan menciptakan tanaman dengan sifat unggul tersebut, dilanjutkan dengan teknik kultur jaringan, sehingga tanaman-tanaman berjenis unggul tersebut dapat segera diperoleh dengan waktu singkat, dalam jumlah yang banyak, tanpa memerlukan lahan yang luas, dan dengan kondisi steril.
c. Pada bidang peternakan, teknik rekayasa genetika tersebut dilanjutkan dengan teknik fertilisasi in vitro atau teknik superovulasi, dan kemudian teknik inseminasi buatan, dengan tujuan segera diperoleh ternak jenis unggul dalam jumlah banyak.
d. Pada bidang kedokteran teknik rekayasa genetika dilakukan untuk membantu pasangan suami isteri yang sulit mendapat keturunan/anak, atau bagi mereka yang menghendaki keturunan dengan jenis tertentu (laki-laki atau perempuan). Untuk maksud yang kedua ini, sebelum dilakukan fertilisasi in vitro, terlebih dahulu dilakukan pemisahan gen dari genom sang ayah (X dan Y nya), lalu dipertemukan dengan genom sang ibu. Fertilisasi in vitro dilakukan di luar tubuh sang ibu, dan setelah terbentuk embrio/zigot barulah di implantasikan ke dalam kandungan sang ibu.
e. Pada bidang perikanan, pemanfaatan Biologi adalah sebagai landasan pengetahuan (basic science) dalam usaha pembudidayaan ikan-ikan atau hewan laut lainnya yang telah diketahui memiliki nilai gizi tinggi (yaitu sebagai sumber protein hewani) dan bernilai ekonomis. Selain itu, Biologi juga dapat dijadikan landasan pengetahuan dalam penelitian-penelitian lain yang lebih luas lingkupnya, yakni pada lingkup ekosistem perairan laut dan pantai.

BIDANG INDUSTRI
Dahulu manusia hanya mengambil sesuatu dari lingkungannya yang langsung dapat dimanfaatkan untuk kehidupannya, misalnya buah-buahan langsung dipetik untuk dimakan, sementara bagian lain dari tumbuhan itu dibiarkan atau dibuang begitu saja. Begitu pula pemanfaatan manusia terhadap hewan, hanya diambil daging atau telurnya saja. Namun setelah berkembangnya Biologi, khususnya pada cabang zoologi, botani, taksonomi, biokimia, mikrobiologi, dan bioteknologi, manusia telah berhasil menemukan berbagai bagian tubuh tumbuhan atau hewan yang dapat diolah menjadi bahan baku industri.
Berikut ini adalah contoh-contoh pemanfaatan Biologi pada bidang industri:
a. Ditemukannya kandungan gula yang cukup tinggi pada batang tebu, menyebabkan berkembangnya pabrik pengolahan tebu menjadi gula.
b. Diketahuinya bahwa serabut biji kapas dan bulu domba dapat diolah menjadi benang, dan kepompong ulat sutera dapat diolah menjadi benang sutera, maka berkembanglah industri tekstil/kain, kain wol dan kain sutera.
c. Dengan berkembangnya mikrobiologi, telah diketahui berbagai struktur dan sifat-sifat dari berbagai jenis mikroba/jasad renik, baik yang menguntungkan maupun yang bersifat patogen (menyebabkan penyakit), maka berkembanglah industri obat-obatan, makanan/minuman yang berkhasiat obat. Contoh dalam industri makanan adalah sebagai berikut; Setelah diketemukannya jenis bakteri Lactobacillus yang sifat-sifatnya dapat bermanfaat bagi manusia dan dapat dibuat menjadi yoghurt, maka berkembanglah industri pembuatan yoghurt.Yoghurt ini dibuat dari susu yang difermentasikan dengan menggunakan bakteri Lactobacillus, pada suhu 40 derajat celcius selama 2,5 jam sampai 3,5 jam Contoh lainnya pemanfaatan mikrobiologi dalam bidang industri makanan adalah pada industri kecap, tempe, oncom, keju, roti, dan nata de coco, serta minuman anggur.Dalam industri obat-obatan, telah diketahui sifat-sifat bakteri Escherichia coli yang ternyata dapat dibuat/disintesis menjadi insulin; insulin ini sangat berguna bagi penderita penyakit Diabetes Melitus pada manusia Contoh perkembangan mikrobiologi dalam industri obat-obatan lainnya adalah pada industri pembuatan antibiotik dan vaksin. Macam-macam antibiotik yang sudah berhasil dibuat antara lain adalah: Penisilin (dibuat dari jamur Penicillium), Sefalosporin (dihasilkan oleh jamur Cephalosporium), dan Tetrasiklin (dihasilkan oleh jamur Streptomycin).




DAFTAR PUSTAKA



Abdullah,Eny Rahma. (1998). Ilmu Alamiah Dasar. Jakarta: Bumi Aksara
Alim,Zainal.2009.Aplikasi Kimia dalam Kehidupan Manusia.http://zeanchemistry.blogspot.com /2009/04/       keanekaragaman-dunia-kimia.html : (Diakses pada tanggal 9 Mei 2011)
Anonim.2011.Biologi.http://id.wikipedia.org/wiki/Biologi : (Diakses pada tanggal 9 Mei 2011)
Anonim.2011.Fisika.http://id.wikipedia.org/wiki/Fisika : (Diakses pada tanggal 9 Mei 2011)
Anonim.2011.Kimia.http://id.wikipedia.org/wiki/Kimia : (Diakses pada tanggal 9 Mei 2011)
Gifars,Faisal.2010.Aplikasi Fikika dalam Kehidupan Sehari-hari.http://www.fisika- indonesia.co.cc/2010/10/aplikasi-               fisika-dalam-kehidupan-sehari.html : (Diakses pada tanggal 9 Mei 2011)

Napitz.2011.Peranan Biologi dalam kehidupan.http://napitzfriston.blogspot.com/2011/04/peranan-biologi-dalam-kehidupan.html : (Diakses pada tanggal 9 Mei 2011)

Suyoso,Suharto dan Sujoko. (1998). Ilmu Alamiah Dasar. Yogyakart: IKIP








Read more...

Tentang Earphone



Pendahuluan

Seperti yang kita ketahui, dalam kehidupan di zaman modern, banyak ditemukan alat-alat canggih yang mempermudah aktivitas manusia. Salah satunya adalah headset atau earphone. Headset atau earphone digunakan manusia dalam mendengarkan musik atau berkomunikasi dengan ponsel. Biasanya kita mendapatkan pada saat membeli MP4 player, handphone, atau walkman. Dalam penggunaannya headset menggunakan  prinsip transfer gelombang dari suatu alat penghasil suara ke sistem pendengaran.
Gelombang suara yang ditransfer oleh headset ke sistem pendengaran bisa diatur, namun manusia sering tidak menghiraukannya. Manusia sering mendengar musi melalui headset dengan volume yang tinggi yang kadang melebihi batas kemampuan sistem pendengaran. Hal ini sangat berbahaya dalam jangka waktu tertentu, karena volume yang tinggi dapat menyebabkan tuli permanen pada pengguna. Oleh karena itu, kita peru mempelajari pengaruh headset tersebut sehingga kita dapat memberikan suatu solusi untuk mencegah atau minimal mengurangi dapak buruk yang mungkin ditimbulkan headset atau earphone serta kita dapat mengaplikasikan pengetahuan kita untuk kepentingan banyak  maupun kepentingaan orang banyak.

Materi

1.      Sejarah Earphone
Alat dengar telinga untuk telepon sebenarnya sudah ada sejak abad ke-20. Di tahun 1986, terdapat teknologi pengurangan gangguan suara dengan mengembangkan earphone untuk melindungi pendengaran pilot dari kebisingan di first non-stop around-the-world flight. Ketika itu, juga terkenal produksi ear canal earphones dengan active noise control untuk pertama kali. Setelah itu, hanya alat sensitive earphone satu-satunya cara untuk mendengar sinyal audio sebelum amplifier dikembangkan.
Selama tahun 1990 dan 2000 earphone menjadi tipe yang paling digemari untuk alat musik pribadi. Dan tahun 1919,sensitive earphone ini digunakan umumnya untuk radio. Keadaannya belum sebagus sekarang. Gangguan/noise masih banyak dan kualitas suaranya pun masih kasar/mentah
Dahulu ketika kita menggunakan radio, earphones harus disambungkan ke terminal baterai yang bertegangan volt tinggi dan terminal baterai di tanah. Penggunaan koneksi listriknya pun tidak nyaman bagi pengguna karena menggagetkan.
2.      Penerapan
Earphone umumnya tidak mahal dan didukung sebagai alat yang praktis dibawa-bawa dan menyenangkan banyak orang, tetapi earphone tidak dilengkapi dengan isolasi karena tidak dapat mengirimkan tingkat dinamika yang sama sehingga earphone lebih sering digunakan di volume suara yang tinggi. Hal ini dapat pula meningkatkan risiko tinggi akan bahaya fungsi pendengaran.
Earphone juga merupakan komponen telepon nirkabel yang tidak menggunakan kabel. Bermanfaat untuk alat mendengar. Earphone dapat digunakan untuk hiburan seperti CD, DVD player, home theater, video games, computer, dll. Juga digunakan di portable device seperti digital audio player/ mp3 player, handphone, dll. Earphone juga digunakan untuk di stasiun-stasiun TV sebagai alat pengantar pesan dari direktur acara/ atasan ke presenter/ kru TV lainnya/ bawahan. Sehingga komunikasi tercapai tanpa didengar pihak-pihak lain. Bisa juga di studio rekaman dengan ruang kedap suara agar tidak ada noise lain yang terdengar.
3.      Dampak
Dalam pemakaiannya earphone memiliki dampak yang menguntungkan dan merugikan. Dampak yang menguntungkan antara lain dengan adanya earphone, orang-orang lebih dapat mendengarkan suara secara bebas. Bisa dengan berapapun tingkat volumenya atau mendengarkan suara apa saja, kapan saja, dan dimana saja. Privasi masing-masing individu pun terjaga. Keuntungan lainnya adalah kedap suara. Suara dari luar tidak masuk mengganggu dan demikian pula sebaliknya. Sound isolating earphone pun sangat berperan di sini.
Kebiasaan mendengarkan portable music player (PMP), seperti MP3 player, bisa membuat telinga cedera. Itu terjadi jika kita terlalu sering memakai earphone atau headphone bervolume tinggi. Berdasar penelitian, efek buruk datang jika menggunakan earphone selama lima jam dalam seminggu. Dampaknya adalah kerusakan permanen pada telinga.Kemungkinan terbesar hal itu terjadi pada usia muda. Saat ini mungkin dampaknya belum terlihat, namun kelak akan terasa.
Pernyataan itu diberikan sembilan peneliti dari Committee on Emerging and Newly Identified Helat Risks. Bahkan, mereka juga menyatakan bahwa risiko kehilangan pendengaran akan didapatkan di pertengahan usia 20-an.Bagaimanapun, mendengarkan musik melalui media portabel juga menimbulkan dampak lain. Musik bisa mengisolasi pendengarnya dari khalayak ramai. Ketika mengemudi, musik dapat meningkatkan risiko hilangnya pendengaran terhadap situasi sekitar.Penyebab gangguan pendengaran memang beragam. Bergantung juga pada usia seseorang. Suara terbagi atas beberapa tingkat. Suara ringan untuk dewasa berada antara 25 hingga 40 dB, sedangkan untuk anak-anak 20 sampai 40 dB. Bertingkat semakin tinggi hingga suara terberat berkualitas 90 dB atau lebih yang masih dapat didengar manusia.
Gelombang elektromagnetik berpengaruh terhadap listrik otak, namun menjadi pertanyaan seberapa besar pengaruh gelombang tersebut terhadap kerusakan otak? sampai saat ini belum ada satupun bukti medis yang kuat untuk membuktikan itu. Meskipun gelombang elektromagnetik berpengaruh terhadap otak tikus, namun tidak terbukti pada otak manusia Sampai saat ini beberapa penelitian di Eropa pada gelombang elektromagnetik terhadap tumor otak tidak dapat membuktikan efek tersebut.Mengenai pengaruh terhadap telinga, paparan musik dengan earphone dapat mempengaruhi ambang pendengaran , terutama bila dilakukan dengan volume keras dan jangka waktu lama.
Beberapa cara untuk mengurangi kerusakan pendengaran adalah : dengan mengurangi volume suara dan mengurangi waktu untuk mendengarkan dengan earphone. Namun seringkali juga orang-orang menggunakan earphone pada tempat-tempat yang ramai seperti stasiun kereta, terminal bus ,dsb, jadinya tanpa sadar cenderung untuk meningkatkan volume earphone lebih keras lagi. Beberapa saran untuk mengurangi efek samping misalnya menggunakan headphone yang besar (tipe yang lama), sehingga suara lebih terdistribusi dan lebih menutup suara bising dari luar dibandingkan earphone yang kecil. Tipe earbuds yang kecil mempunyai speaker kecil dengan volume besar yang diletakan di lubang telinga sudah pasti memberikan efek lebih besar pada pendengaran dibandingkan dengan headphone yang hanya ditempel pada telinga luar.

.





Read more...

Pendidikan di Indonesia

 

A.Membenahi Sistem Pendidikan di Indonesia

Sabtu, 13 Juni 2009, beberapa sekolah di Indonesia sudah menerima presentasi kelulusan para siswa-siswinya. Ada tawa yang terlepas ketika keberhasilan tergapai. Namun, ada juga air mata yang keluar karena kegagalan yang didapat.
Kembali, dunia pendidikan di Indonesia harus menghasilkan air mata pada pihak pelajar. Sebuah kebijakan mengenai Ujian Nasional, harus membuat beberapa orang kecewa. Belum lagi, ada juga kekecewaan yang muncul yang berasal dari luar pihak-pihak yang mengalami kegagalan dalam ujian nasional.
Beberapa hari sebelum pengumuman mengenai kelulusan, kekecewaan juga nampak pada beberapa sekolah yang harus mengikuti ujian ulang. Ditengarai, hal ini disebabkan karena faktor soal yang bocor. Tentu saja, hal ini sungguh menyakitkan bagi para siswa yang sebenarnya tidak ikut terlibat, dan juga tentu akan membuat nama pendidikan di Indonesia menjadi tercoreng.
Kekecewaan juga nampak pada bobroknya penjagaan yang dilakukan terhadap pelaksanaan Ujian Nasional serta kerahasiaan sebuah dokumen negara, dalam hal ini dokumen ujian nasional. Saat ujian nasional berlangsung, tidak jarang terjadi kebocoran soal, tersebarnya kunci jawaban via telepon selular, serta peristiwa nyontek-menyontek.
Patut diakui, kualitas dari Ujian Nasional itu sebenarnya memang patut untuk dipertanyakan jika melihat  sederet masalah yang terjadi. Selain itu, akan juga muncul beberapa pertanyaan terkait. Apakah dengan standar soal yang ada, seorang pelajar memang betul-betul bisa dikatakan lulus dari bangku sekolah menengah? Lalu, bagaimana dengan perkembangan kepribadiannya? Bagaimana jika hasil Ujian Nasional nya bagus, namun itu bukanlah hasil dari sebuah kejujuran? 

Kesalahan sistem pendidikan
Banyak kritik terlontar ketika Ujian Nasional harus terus digelar dan dijadikan sebagai satu-satunya acuan untuk menentukan kelulusan seorang siswa. Padahal, banyak aspek lain yang patut untuk diperhitungkan disamping aspek nilai Ujian Nasional.
Faktor yang sering terlupakan dalam masalah pendidikan adalah masalah pembentukkan moral dan karakter dari para pelajar itu sendiri. Terkadang, proses pembentukkan moral dan karakter ini cenderung dikesampingkan karena adanya orientasi terhadap kesuksesan yang mutlak dicapai saat pelaksanaan Ujian Nasional.

Akibatnya adalah kepribadian yang terbentuk di tubuh para pelajar bukanlah sebuah kepribadian yang patut untuk dibanggakan. Kejadian tawuran antara UKI dan YAI serta sederet aksi yang sama telah menunjukkan bahwa pembentukkan kepribadian dinilai masih sangat minim.
Untuk mengubah hal ini memang tidaklah mudah. Ini nampaknya sudah merupakan sebuah kesalahan yang ada pada sistem pendidikan di Indonesia. Letak kesalahannya adalah fokus yang berlebih terhadap pelaksanaan Ujian Nasional. Fokus yang berlebih ini kemudian juga berujung pada fokus untuk peningkatan  serta mempertahankan citra sekolah tersebut, serta mengenyampingkan proses pembentukkan kepribadian pelajarnya.
Hal ini bisa dijelaskan sebagai berikut. Ujian Nasional, bukan hanya digunakan sebagai sarana untuk menilai seberapa baik kemampuan siswa tersebut, namun juga dijadikan sebagai sarana dari pihak sekolah untuk ajang unjuk gigi di bidang pendidikan skala nasional. Hal ini terjadi karena sekolah yang mendapatkan nilai Ujian Nasioanl tertinggi, dengan sendirinya juga akan terangkat namanya. Nama yang terangkat ini juga kemudian akan berpengaruh pada seberapa banyak calon siswa yang akan masuk ke sekolah itu karena akan dinilai sebagai sekolah favorit.
Lalu, jika dalam konteks masalah seperti ini, siapa yang akan merasa tertekan? Pelajar tentunya. Hal ini disebabkan karena adanya tanggung jawab yang dibebankan kepada mereka untuk menjaga citra sekolah, sehingga terkadang persiapan untuk mengikuti Ujian Nasional dinilai terlalu berlebihan dan menguras banyak tenaga. Selain itu, akhirnya pelajaran untuk membentuk moral dan karakter akan dengan sendirinya terhapuskan karena digunakan untuk kepentingan mata pelajaran yang akan diujikan dalam Ujian Nasional.
Untuk membentuk seorang calon pemimpin diperlukan pendidikan yang bukan hanya mengorientasikan dirinya pada sebuah kuantitas, namun juga pada kualitas. Kuantitas belum tentu bisa untuk dijadikan sebagai bahan acuan dalam melihat kualitas. Itulah sebabnya, ujian nasional sepertinya memang tidak bisa djadikan satu-satunya acuan untuk menetukan kelulusan. Masih diperlukan penilaian terhadap aspek-aspek lainnya. Diantaranya adalah penilaian dari segi moral dan karakter siswa tersebut, apakah sudah terbentuk dengan baik atau belum.
Satu hal yang wajib untuk dilakukan jika memang ada keinginan untuk tetap mempertahankan Ujian Nasioanal sebagai standar dalam menentukan kelulusan adalah, keharusan melaksanakan pembenahan sistem Ujian Nasional itu sendiri. Pembenahan sistem disini dimaksudkan agar tidak lagi terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti yang sudah diutarakan penulis di atas.



Pendidikan Indonesia seyogyanya dapat menciptakan lulusan yang unggul jika saja pembenahan dalam segala sistem pendidikan mau dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara untuk tidak mengorientasikan pendidikan hanya kepada nilai, namun juga kepada pembentukkan kepribadian dan karakter pelajarnya.



KOMENTAR:
Ya. Ujian nasional memang tidak dapat dijadikan sebagai satu-satunya penentu kelulusan. Mengingat belum adanya pemerataan pendidikan. Memang akan lebih baik apabila pembentukan kepribadian dan karakter pelajar tidak dilupakan begitu saja disekolah-sekolah. Sebab pendidikan di Indonesia akan menjadi gagal total apabila melahirkan generasi cerdas namun tidak memiliki moral yang baik. Untuk itulah tiap instansi pendidikan di Indonesia perlu diingatkan dan disadarkan kembali akan pentingnya penanaman nilai-nilai moral pada para murid. Dengan begitu, pendidikan Indonesia kelak tidak hanya menghasilkan generasi yang cerdas namun juga memiliki kepribadian yang dapat dibanggakan. Hal ini sesuai dengan  tujuan pendidikan yakni untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman,berakhlak mulia, dan menjadi warga negara yang bertanggung jawab.


B.Menilik Berubah-ubahnya Sistem Pendidikan di Indonesia

05 September, 2009
Salah satu bentuk perencanaan sosial adalah perencanaan di bidang pendidikan. Salah satu bentuk perencanaan sosial di bidang pendidikan adalah penyusunan kurikulum. Perubahan kurikulum tampaknya menjadi hal yang sangat biasa di dalam dunia pendidikan di Indonesia. Komentar yang seringkali terdengar berkaitan dengan perubahan kurikulum adalah "Ah biasa, ganti menteri kan ganti kurikulum".

Pergantian kurikulum beberapa kali dilakukan dengan alasan memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia supaya lebih baik dan tentu saja dengan harapan sumber daya manusia di Indonesia pun juga akan semakin berkualitas. Pada kenyataannya beberapa kali pergantian kurikulum tampak kurang memberikan perubahan seperti yang diharapkan, bahkan yang seringkali terjadi pergantian kurikulum ini terkesan kurang diolah atau dipersiapkan secara matang, sehingga pada pelaksanaannya di lapangan terjadi kekacauan atau banyak kelemahan-kelemahan.

Entah apa maksud sesungguhnya di balik pergantian itu yang jelas setiap kali pergantian kurikulum maka yang sering dibuat repot dan pusing adalah pihak sekolah, pendidik, dan murid, terlebih lagi ketika menghadapi kurikulum yang berlaku. Belum selesai kebingungan sekolah , pendidik dan murid untuk menyelami kurikulum berbasis kompetensi, antara lain belum adanya solusi yang tepat untuk menyikapi pelaksanaan ujian dan ujian dan kelulusan yang memunculkan protes di beberapa tempat, sekarang malah muncul konsep baru yang harus segera dilaksanakan oleh setiap sekolah yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

Munculnya KTSP, tampaknya menambah kecemasan masyarakat pendidikan .Akan seperti apakah nantinya penerapan KTSP, dan bagaimana lagi wajah dunia pendidikan di Indonesia dengan munculnya KTSP ? Banyak pihak masih belum tahu bagaimana jawaban pastinya. Apakah dengan berubah-ubahnya system ini benar menjadi semakin baik seperti yang diharapkan ?

Sistem pendidikan di bumi kita tercinta memang tampak belum stabil. Perubahan terus mengikuti seiring dengan bergantinya kepemimpinan, seolah-olah mengikuti selera pemimpinnya. Itu semua sampai kini belum tampak adanya perubahan ke arah yang lebih maju.
Para guru biarkan mereka melaksanakan tugas dengan bebas tanpa dibebani urusan-urusan "tetek bengek". Memang dengan sistem ganti dan berubah-ubahnya kurikulum dituntut lebih arif terelebih dalam pemilihan materi.


Akan lebih senang jika paket pembelajan memiliki ciri berikut ini:
Pertama, pelajaran yang bertujuan mengembangkan daya imajinasi peserta didik dengan mendorong adanya dialog yang konstruktif dengan imajinasi fantasi kehidupan seseorang. Kedua pelajaran yang mengembangkan keterampilan berkomunikasi non verbal seperti pantomime, drama tanpa kata, ekspresi bebas, meditasi, dan lain-lain. Ketiga, pelajaran - pelajaran yang mengembangkan dan mengeksplorasi perasaan seseorang untuk menghadapi realitas kehidupan. Apa yang dirasakan jauh lebih penting daripada apa yang dipikirkan orang tentang sesuatu yang sedang dihadapi. Pertanyaannya adalah apa yang kamu rasakan bukan apa yang kamu pikirkan. Keempat , pelajaran yang bertujuan untuk menyadarkan peserta didik akan pentingnya pencapaian kepenuhan hidup dan penghayatan hidup yang intensif , berprinsip "kini dan di sini".

Dengan perencanaan pendidikan dalam hal ini perencanaan kurikulum yang baik dan tak adanya perubahan kurikulum yang terjadi terus menerus tentu pendidikan di Indonesia akan semakin maju dibandingkan sekarang.

KOMENTAR:
Ya, seringnya pergantian  kurikulum pendidikan bukannya membuat sistem pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik, melainkan  semakin menambah panjang deretan masalah dalam dunia pendidikan kita. Memang tak dapat dipungkiri, setiap pergantian menteri pendidikan, maka pasti juga akan terjadi pergantian kurikulum. Dengan sering terjadinya pergantian kurikulum tentunya yang paling direpotkan adalah para guru dan murid. Seharusnya jika ingin mengganti kurikulum, harus dipikirkan secara matang. Dan penyusunan kurikulum baru tentunya tidak boleh asal-asalan saja. Perlu perencanaan dan konsep yang lebih matang. Jadi, mengganti kurikulum sebenarnya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dan jika memang ingin memperbaiki sistem pendidikan diIndonesia, maka perubahan kurikulum secara terus-menerus harus segera dihentikan.

C.Sistem Pendidikan di Indonesia

April 1st, 2010 by Ahmat

Tingginya angka pengangguran intelektual di Indonesia merupakan pekerjaan rumah bagi para pelaku pendidikan di Indonesia. Data statistik menunjukan angka pengangguran terbuka di Indonesia mencapai angka 9,4 juta jiwa, pengangguran sarjana (S1) mencapai 1,2 juta jiwa.  Setiap tahun rata-rata 20% sarjana baru kita menjadi pengangguran. Munculnya pengangguran di tingkat sarjana, terjadi karena sebagian besar lulusan perguruan tinggi adalah pencari kerja (job-seeker) daripada pencipta kerja (job-creator).
Hal ini terjadi karena sistem pembelajaran yang diterapkan di berbagai Perguruan Tinggi (PT) lebih terfokus pada bagaimana menyiapkan para mahasiswa yang cepat lulus dan mendapatkan pekerjaan. Hampir semua PT menerapkan sistem pembelajaran yang kurang efektif. Para mahasiswa diupayakan cepat lulus dan mendapatkan pekerjaan, tapi ternyata pada kenyataan di lapangan tidak demikian.

Umumnya lulusan perguruan tinggi kita memiliki keterampilan rendah, sehingga masih perlu tambahan pelatihan yang bersifat soft skill, agar mereka menjadi lulusan plus. Di dunia internasional banyak pelatihan di perguruan tinggi yang bisa dilakukan dalam lima hari, namun memberikan pengetahuan tambahan yang sangat berarti. Dengan situasi banyak sarjana menganggur, pertanyaan pun muncul: Benarkah dengan pendidikan yang tinggi akan semakin mudah mencari kerja? Dan mampukah Pemerintah dengan filosofi anggaran 20% dari APBN maupun APBD yang dialokasikan untuk pendidikan nantinya dibarengi peningkatan kesempatan kerja?
Bagaimanapun pendidikan adalah sarana mentrasformasi kehidupan ke arah lebih baik. Pendidikan pun menjadi standar stratifikasi sosial seseorang. Orang yang berpendidikan akan mendapatkan penghormatan (prestice of life) di mata publik, meski dari keturunan yang tidak dikarunia Tuhan berupa kekayaan berlimpah. Akibatnya, orangpun berbondong-bondong mengeyam pendidikan setinggi-tingginya. Mengingat dunia terus melaju pada era globalisasi, era persaingan global, dan Indonesia merupakan bagian yang ikut andil di dalamnya.
Dikehendaki ataupun tidak, setiap negara akan mengikuti perubahan dunia tersebut. Sehingga untuk mempersiapkan diri terhadap persaingan global, manusiapun meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikannya, baik mereguk pendidikan di dalam negeri maupun di negeri orang yang sudah nyata-nyata kualitasnya (high quality). Kendati syarat utamanya seperti itu, namun ternyata banyak sarjana menganggur. Lagipula semakin tinggi pendidikan seseorang maka makin tinggi pula ekspektasi pekerjaan yang diinginkan. Ini yang menjadikan kaum terdidik makin sulit mendapat pekerjaan.
Kenapa hal ini bisa terjadi? Bukankah semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin luas pula kesempatan kerja bakal ia peroleh? Atau di manakah letak kesalahan itu? Apakah sistem pendidikan selama ini yang keliru, yang hanya berorientasi melahirkan jumlah calon karyawan yang mencari kerja (what to do), tetapi bukan bagaimana menciptakan calon-calon pengusaha mendiri (what to be).
Hampir setiap orang tua mengharapkan anaknya dapat mengenyam pendidikan PT hingga menjadi sarjana, lalu (bila beruntung) mendapat pekerjaan. Bagi sarjana yang sudah mendapat pekerjaan pun, nasib mereka masih terancam juga dengan PHK mengingat kondisi perekonomian Indonesia yang masih saja belum bangkit dari keterpurukan. Krisis global yang menginduk kepada Kapitalisme berimbas juga pada semakin tingginya angka pengangguran.
PT di Indonesia selama ini mencetak sarjana dengan pengetahuan akan teori tetapi bukan (belum) menjadi pelaku usaha yang dapat mempraktekkan teori tersebut di dunia nyata. Kuncinya adalah meningkatkan jiwa kewirausahaan. Di Indonesia, jumlah wirausahawan masih sangat minim. Pada 2007 angkanya tercatat baru 0,18% atau 400.000 dari total jumlah penduduk Indonesia. Sebagai perbandingan, Singapura saja pada 2001 memiliki 2,1% entrepreneur dan pada 2005 meningkat menjadi 7,2%. Tingginya tingkat kewirausahaan berarti semakin majunya ekonomi suatu negara. Semakin banyaknya penyerapan tenaga kerja yang berarti semakin minimnya angka pengangguran.
Dengan demikian, PT seharusnya dapat menjadi sarana untuk mempraktekkan teori usaha bukan hanya menjejali dengan teori saja. Mengutip dari buku “ BOB SADINO: Mereka Bilang Saya Gila!”, dia berkata bahwa para sarjana ini tidak dibekali dengan kemampuan untuk bersikap mandiri, berani mandiri berarti semakin terasah dia untuk tidak mengandalkan orang lain (lowongan pekerjaan) untuk menghidupi dirinya sendiri apalagi dapat menghidupi banyak orang. Bayangkan apabila setiap sarjana setelah lulus dapat langsung memulai usahanya sendiri bahkan sampai menyerap tenaga kerja, apakah masih ada lagi pengangguran di Indonesia. Mungkin yang ada kita mengimport tenaga kerja dari luar negeri.
Kondisi memprihatinkan seperti ini harus ada jalan keluar sebelum Negara kita semakin jatuh dalam keterpurukan. Pemecahan masalah yang saya kira bukan hanya menjadi tugas dan tanggungjawab pemerintah saja, tapi juga para pelaku usaha yang senantiasa terus mengembangkan usahanya dan menciptakan lebih banyak lagi lapangan kerja.

KOMENTAR:
Ya, memang hampir semua Perguruan Tinggi yang ada di Indonesia lebih menekankan agar para mahasiswa lebih cepat lulus dan mendapatkan pekerjaan. Hal tersebut memang sulit untuk diwujudkan, mengingat semakin ketatnya persaingan dalam memperoleh pekerjaan.  Memang diperlukan suatu terobosan baru. Para sarjana diharapkan tidak hanya dapat mengandalkan lowongan pekerjaan yang kemungkinannya sangat kecil (job-seeker), namun juga dapat mulai memikirkan bagaimana agar dapat menciptakan lapangan kerja sendiri(job-creator). Dengan begitu, mungkin kedepannya sistem perekonomian kita akan menjadi lebih maju dan angka pengangguran dapat diperkecil.

D.Kemanakah Arah Perahu Pendidikan di Indonesia

07 October 2010 
 
Beberapa tahun yang lalu pada saat penerapan kurikulum 1984, banyak ahli pendidikan mengatakan bahwa Sistem Pendidikan Indonesia tidak manusiawi. Pendidikan hanya menitik beratkan pada perkembangan kognitif siswa dan tidak memperhatikan segi kemanusiaan siswa. Banyaknya kritikan dan saran dari para ahli pendidikan menyebabkan perubahan kebijakan penerapan sistem pendidikan di Indonesia.
Selain adanya saran dan kritikan dari para ahli, sistem politik yang awalnya terpusat menjadi otonomi daerah mempengaruhi secara signifikan terhadap sistem pendidikan di Indonesia secara nasional. Pada awalnya semua kebijakan pendidikan dikontrol secara rinci oleh pemerintah pusat dalam hal ini diwakili oleh Menteri Pendidikan dan Olah Raga. Sejak adanya otonomi daerah, maka setiap daerah bisa mengembangkan sistem pendidikan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan di daerah masing-masing.
Perubahan sistem pendidikan ini secara langsung mempengaruhi semua aspek penyusun sistem pendidikan itu sendiri. Salah satunya adalah kurikulum pendidikan. Sejak berakhirnya kurikulum 1984 muncul kurikulum 1994, KBK dan sampai sekarang KTSP. Semua perubahan kurikulum yang dilakukan bertujuan untuk menyempurnakan sistem sebelumnya yang menginginkan pendidikan Indonesia lebih manusiawi.
Pertanyaan besar yang harus dipertanyakan adalah apakah benar perubahan sistem pendidikan tersebut yang paling mendasar untuk memanusiakan pendidikan di Indonesia?
Pada kenyataannya, semakin hari pendidikan Indonesia semakin terpuruk dalam perubahan sistem yang berkepanjangan tanpa dasar yang jelas. Yang paling disayangkan adalah apakah perubahan yang dilakukan itu sudah melalui suatu kajian mendalam berdasarkan penilaian proses, penilaian hasil ( input dan outcome)?
Pada pelaksanaannya, rata-rata perubahan sistem kurikulum yang satu ke sistem kurikulum yang lain di Indonesia tidak lebih dari 10 tahun. Padahal untuk melihat proses dan hasil sebuah kurikulum dibutuhkan dalam waktu paling kurang 12 tahun yang terdiri dari 6 tahun SD, 3 tahun SMP dan 3 tahun SMA. Yang sering terjadi adalah kurikulum baru melanjutkan kurikulum yang lama sebelum siswa menamatkan sistem kurikulum yang berjalan. Hal ini menyebabkan evaluasi proses maupun hasil tidak bisa dilakukan secara objektif.
Yang kurang tepatnya lagi adalah evaluasi hasil dari sistem pendidikan sering dilihat dari pencapaian nilai Ujian Nasional, dimana sudah menjadi rahasia umum bahwa sistem evaluasi Ujian Nasional sendiri belum bisa dikatakan alat yang validitasnya dapat dipertanggungjawabkan. Dimana-mana masih terdapat kebocoran soal atau sistem pelaksanaan yang belum sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Bahkan sistem evaluasi melalui Ujian Nasional mendapat tanggapan beragam dari berbahai pihak, ada yang pro dan kontra. Kalau menilik lagi dari asal muasal diubahnya kurikulum 1894 menjadi kurikulum yang lebih manusiawi dan membumi, apakah sistem evaluasi sistem pendidikan melalui Ujian Nasional itu manusiawi?

Saat ini, banyak ahli dan praktisi menilai bahwa ada kekurangan dari sistem pendidikan di Indonesia, yaitu kurangnya pendidikan karakter. Dan diisukan mata pelajaran rumpun budipekerti akan diujikan di Ujian Nasional. Apakah hal ini akan merubah karakter seseorang? Atau dibalik apakah nilai yang baik pada mata pelajaran ini menjamin seseorang mempunyai karakter yang baik pula? Sehingga karakter seseorang dapat dilihat dari nilai diijazahnya?
Mungkin ada baiknya, semua orang yang terlibat di dunia pendidikan perlu hu merenung lagi untuk menjawab pertanyaan ” Mau diarahkan kemanakan perahu Pendidikan Indonesia?” Sebaiknya hal ini cepat terjawab agar perahu pendidikan kita tidak terombang ambing oleh badai globalisasi yang setiap saat bisa menenggelamkan perahu pendidikan kita ke dasar laut sehingga tidak dapat ditolong lagi.

KOMENTAR:
Ya, memang sangat disayangkan sekali selalu terjadi pergantian sistem kurikulum yang begitu cepat. Padahal untuk melihat proses dan hasil suatu kurikulum diperlukan waktu yang tidak sedikit. Jadi, bagaimana mungkin kita dapat menilai seberapa baik atau tidak suatu kurikulum apabila selalu saja dilakukan pergantian kurikulum dalam waktu singkat. Dan memang pendidikan karakter begitu penting dan diperlukan dalam sistem pendidikan kita. Namun, tentunya pendidikan karakter yang akan diberikan tersebut tidak dapat diukur dari nilai saja. Jadi, jika pendidikan karakter dianggap penting, lantas akan diujikan dalam ujian nasional, hal tersebut cukup keliru. Karena pendidikan karakter lebih menekankan pada praktik yang berkaitan dengan sikap dan perilaku murid, bukan pada nilai yang diperolehnya. Karena sangat lucu apabila baik buruknya karakter seseorang dapat diketahui hanya dengan melihat nilai yang terpampang diijazahnya.

E.Pendidikan Belum Merata - Guru Harus Siap Mengabdi di Desa

Rendahnya mutu pendidikan di Indonesia terus mendapat sorotan dan menjadi perhatian khusus. Kondisi pendidikan yang sangat memprihatinkan itu ternyata beralasan. Pasalnya, pemerataan pendidikan di Indonesia belum terlaksana dengan baik, apalagi guru-guru di kota masih jauh lebih banyak jumlahnya daripada di pedesaan.

Keengganan mengajar di desa ini yang membuat pendidikan desa dan kota terus mengalami margin yang besar. Padahal sesuai amanat Undang Undang Dasar 1945, pendidikan harus merata dan tidak ada perbedaan antara kota dengan desa.

"Kenyataannya pemerataan pendidikan itu belum terlaksana dengan baik, masih terjadi kesenjangan akibat guru-guru hanya mau mengajar di kota tidak mau di desa. Kondisi ini menciptakan pendidikan kita masih memprihatinkan," kata Komisi E DPRD Sumut Brilian Moktar, kemarin di sela-sela seminar pendidikan di kampus Unimed.

Padahal pemerintah mulai dari pemerintah provinsi, kabupaten dan kota serta pusat terus memperhatikan guru, seperti tunjangan sertifikasi dan insentif, meski masih ada sebagian guru yang belum mendapatkannya.

Menurut Brilian, komitmen mengajar itu harus berlandaskan dari Dinas Pendidikan. Jangan guru itu nantinya tidak mau ke desa, akibatnya peningkatan kualiatas pendidikan menjadi tidak merata. "Guru harus siap ditempatkan untuk mengajar di desa terpecil sekalipun, demi tewujudnya pemerataan pendidikan. Untuk itu pemerintah perlu meningkatkan kesejahteraan sekaligus memberikan insentif mereka," tegas Brilian.

Dikatakannya, jika guru kota, jangan diletakkan di desa, karena tidak akan sanggup. Sebaliknya guru desa dibina menjadi guru yang baik dan kembali desa. Namun bagi guru yang masih mau bersikap Marsipature Hutanabe (membangun desa sendiri) harus mau belajar dan membangun daerahnya.

Pemerintah Provinsi Sumut melalui Dinas Pendidikan harus memerhatikan kualitas pendidikan di daerah terpencil dan harus membuat grand design pendidikan untuk visi-misi gubernur, di antaranya punya masa depan.

"Masing-masing satuan kerja dan perangkat daerah harus memiliki grand design yang mengacu ke sana, baru bisa tercapai," jelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Sumut Drs Bahrumsyah MM menyebutkan, pemerintah terus berupaya memperhatikan peningkatan pendidikan, misalnya dengan memberikan tunjangan insentif bagi guru yang mengajar di desa terpencil.

Bahrum mengaku, rendahnya kualitas pendidikan itu selain belum meratanya pendidikan juga disebabkan masih banyak guru belum memenuhi standar kompetensi dan tidak sesuai dengan bidang keahliannya.

Berdasarkan data, pada tahun 2005, kekurangan guru untuk tingkat keseluruhan di Indonesia mencapai 218.838 orang dan untuk tahun 2006 memerlukan tambahan 38 ribu guru dan jumlah itu masih diperlukan lagi hingga 6 ribu guru, termasuk di Sumut.

Dengan kondisi pendidikan yang belum merata ini, jadi wajar jika Brilian menilai sebaiknya pelaksanan Ujian Nasional (UN) ditunda. Sebab untuk kelulusan siswa tidak mutlak hasil dari UN. Semestinya dibuat standar ukuran, tapi bukan standar kelulusan. Jika standar pendidikan di Indonesia sudah merata dan dinilai perlu, bisa diberlakukan.

Staf ahli Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sumut Syahdian mengatakan, standar kelulusan tetap dibutuhkan dalam dunia pendidikan, demi menilai sudah sejauh mana perkembangan maupun mutu peserta didik.

"Standar kelulusan diperlukan untuk menilai keberhasilan peserta didik. Jadi kalau tidak ada standarnya, kita tidak bisa melakukan penjaminan terhadap mutu pendidikan," ucapnya.

Menurutnya, standar pendidikan itu tidak terlepas dari keberadaan sarana dan prasarana sekolah yang belum merata, terutama untuk sekolah-sekolah yang berada di daerah terpencil.

KOMENTAR:
Memang sangat disayangkan sekali masih terjadi ketidakmerataan pendidikan yang sangat mencolok. Hal ini tentunya tidak akan terjadi apabila para guru lebih sadar  akan kewajibannya sebagai pengajar. Jangan hanya ingin mengajar dikota saja, namun harus siap untuk ditugaskan mengajar dipedesaan terutama didaerah terpencil. Hal ini dikarenakan adanya kesenjangan yang amat mencolok antara jumlah guru yang ada dikota dan didaerah pedesaan.  Jika sudah ada pemerataan pendidikan yang lebih baik, barulah pelaksanaan  Ujian Nasional dapat dinilai efektif.

F.PENDIDIKAN DI INDONESIA TERTINGGAL TIGA TAHUN


04 March 2010
BANDUNG, (PR).-

Pendidikan di Indonesia tertinggal tiga tahun dibandingkan dengan negara negara yang ada di Asia Tenggara. Hal itu berkolerasi dengan kemajuan ekonomi bangsa Indonesia dibandingkan dengan negara tersebut.
Demikian dikatakan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla saat memberikan kuliah umum "Edupreuneurship" di Gedung JICA Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Jln. Setiabudhi Bandung, Jumat (19/2). Pada 1960, dia mengatakan, pendidikan di Indonesia memiliki level yang sama dengan negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Filipina. Namun, saat ini, kemajuan bangsa Indonesia lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara tersebut. "Apakah orang Indonesia kurang pintar dibandingkan dengan mereka? Iya," ucapnya.
Kalla mengatakan, selama 20 tahun siswa di Indonesia mengalami rasa tidak pernah belajar. Pasalnya, siswa merasa bahwa belajar maupun tidak sama saja akan lulus. Apalagi saat itu muncul stigma pada siswa bahwa belajar hanya dilakukan saat akan ujian.
Kalla pun membandingkan soal ujian di Indonesia dengan di tiga negara Asia Tenggara yaitu Malaysia, Singapura, dan Filipina. "Hasilnya ternyata ujian SD mereka sama dengan SMP. Apalagi Malaysia dan Singapura, soal ujiannya dibuat Oxford," kata dia.
Menurut Kalla, perlu dibedakan antara ujian sekolah dan Ujian Nasional. "Ujian Nasional menguji apa yang seharusnya dia tahu, sementara ujian sekolah menguji apa yang dia (siswa) pelajari," ujarnya.
Untuk itu, pada 2003, dia melakukan tes untuk beberapa sekolah dengan standar kelulusan lima. Dari hasil tersebut didapatkan angka kelulusan hanya mencapai 50 persen. Standar kelulusan tersebut kemudian diturunkan menjadi angka empat yang hasilnya ternyata masih ada 30 persen yang tidak lulus. Hal itulah yang menyebabkan standar kembali diturunkan lagi menjadi 3,5 yang untuk selanjutnya akan naik setengah setiap tahunnya sampai mencapai enam.
Sementara itu, Rektor UPI Sunaryo Kartadinata mengatakan, saat ini yang menjadi masalah bukan lagi pro dan kontra masalah Ujian Nasional. Namun, yang perlu dipikirkan saat ini adalah bagaimana caranya agar Ujian Nasional bisa dijalankan dengan jujur. Kejujuran yang dimaksud harus dilaksanakan oleh semua pihak baik siswa, guru, orang tua, maupun instansi yang bersangkutan. Dengan demikian, tujuan di balik adanya Ujian Nasional itu bisa tercapai dengan optimal.

KOMENTAR:
Sungguh miris sekali nasib pendidikan di Indonesia yang semula sama dengan  negara –negara tetangganya, kini malah tertinggal jauh dari yang lain. Hal ini tentunya tidak akan terjadi apabila kesadaran akan perlunya peningkatan mutu pendidikan lebih awal dilakukan. Namun lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Maka dari itu, Indonesia perlu bekerja keras untuk mengejar ketinggalannya selama ini agar pendidikan di Indonesia dapat selevel kembali dengan negara-negara tetangganya seperti pada puluhan tahun silam.


G.Mau Dibawa ke Mana Pendidikan di Indonesia

Selasa, 31 Agustus 2010

Sekarang ini menghafal fakta-fakta dan informasi bukan keterampilan yang paling penting di dunia. Data tentang perkembangan dunia dan informasi sudah tersedia di dalam buku-buku dan website-website melaui internet. Kebutuhan yang harus di miliki siswa sekarang ini adalah pemahaman tentang bagaimana untuk mendapatkan dan memahami data dari sumber-sumber yang dapat dipercaya.

Badan-badan yang bergerak di bidang pendidikan harus mengerti bahwa sekolah perlu memberikan pengetahuan yang akan digunakan untuk dimasa datang saat siswa telah lulus. Pendidikan di Indonesia saat ini lebih menekankan pada kemampuan verbal hanya untuk sekedar “Lulus” dalam Ujian Nasional tanpa mengerti bahwa apa yang mereka ajarkan kepada siswa akan berguna atau tidak saat mereka sudah dalam dunia kerja, bersosialisasi dalam masyarakat yang komplek dan belajar ilmu-ilmu baru searah dengan perkembangan zaman yang begitu pesat.

Pada kasus ini, badan-badan pendidikan harus meramalkan sekiranya pengetahuan apa yang akan dibutuhkan siswa saat mereka berada dalam dunia kerja dan masyarakat. Faktanya pengetahuan untuk masa mendatang tidak dapat diramalkan, bahkan berubah dengan sangat cepat. Lalu bagaimana menyiapkan siswa agar siap untuk menapak hari-harinya saat mereka telah terjun di dunia kerja dan masyarakat?

Pertanyaan tersebut sulit dijawab, apalagi sistem pendidikan di Indonesia yang masih fokus pada isi dari mata pelajaran. Siswa dinyatakan Lulus Ujian Nasional jika siswa telah menguasai dan menghapal dari konsep-konsep pelajaran yang dijabarkan dalam Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Pertanyaannya, apakah isi dari SKL tersebut dibutuhkan saat mereka di dunia kerja dan bersosialisasi dengan masyarakat.

Seseorang dapat berhasil dalam dunia kerja dan masyarakat, jika seseorang tersebut terampil dalam belajar dan cepat menyesuaikan diri dengan apa yang ada disekelilingnya. Kemampuan untuk belajar dan cepat menyesuaikan diri merupakan suatu ketrampilan yang sebenarnya lebih penting dari pada menguasai isi dari mata pelajaran, karena dengan ketrampilan belajarnya, seseorang dapat mengakses ilmu-ilmu pengetahuan baru dengan cepat, dapat mengakses data-data dengan akurat dan dapat mengambil keputusan serta memberikan solusi dari suatu permasalahan dengan menggabungkan data-data yang telah diakses sehingga dapat memberikan solusi yang tepat dan akurat.

Untuk menghasilkan siswa yang siap dalam dunia kerja dan masyarakat Pendidikan di Indonesia harus dikembangkan kearah “bagaimana cara siswa untuk tahu” bukan “Apa yang diketahui siswa”. Dalam hal ini isi dari suatu mata pelajaran adalah hal yang penting tetapi bukan merupakan tujuan dari pembelajaran itu sendiri. Jawaban benar dalam suatu konteks ilmu pengetahuan bukanlah tujuan dari suatu pembelajaran karena sering jawaban benar itu tidak ada serta berubah-ubah sesuai dengan perkembangan dari ilmu pengetahuan itu sendiri.

Tidak ada seseorang yang dapat menguasai semua ilmu pengetahuan, tetap seseorang dapat ditanamkan kebiasaan untuk terus belajar. Keterampilan untuk terus belajar merupakan hal penting untuk menjadi fokus hasil pembelajaran.

Hasil pendidikan di Indonesia harus dikembangkan dalam bagaimana siswa untuk terbiasa dalam “kebiasaan berpikir”, kebiasaan mengeksplorasi, berpikir kritis, cepat dalam mengakses data-data sehingga menghasilkan solusi terbaik dalam suatu permasalahan. Permintaan tenaga kerja saat ini membutuhkan seseorang dalam hal pekerjaan yang memerlukan penelitian untuk kemungkinan penyebab masalah, pekerjaan yang memerlukan hasil untuk mencari langkah-langkah antisipasi faktor-faktor yang mungkin menyebabkan masalah, pekerjaan yang memerlukan pencari solusi masalah dengan berdiskusi dengan orang lain, pekerjaan yang memerlukan ilmu untuk mencari informasi yang tersimpan dalam file komputer dengan menggunakan data penelitian keterampilan elektronik, pekerjaan yang memerlukan kreatifitas dalam menulis dengan jelas untuk menyampaikan informasi yang rumit untuk orang lain serta menggambarkan situasi atau kejadian dan membuat rekomendasi, pekerjaan yang memerlukan penafsiran korelasi dengan membandingkan dua set data.

Apakah pendidikan di Indonesia telah menghasilkan seseorang yang dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan tersebut?. Untuk mendapatkan jawaban itu kita bisa melihat fakta yang ada yaitu pengangguran begitu besar dan rendahnya kondisi ekonomi bangsa. Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah Pendidikan di Indonesia belum membuat lulusan yang siap untuk melangkah ke dunia kerja. Pendidikan di Indonesia hanya fokus pada isi dan materi dari ilmu pengetahuan, hal ini dibuktikan dengan Standar Kompetensi Lulusan yang tidak relevan dengan dunia kerja.

Pendidikan tidak mempersiapkan siswa untuk dunia yang statis dan tetap. Sebaliknya, pendidikan harus mempersiapkan peserta didik untuk mengatasi perubahan yang akan meningkatkan kompleksitas sepanjang hidup mereka dan banyak yang tidak dapat diramalkan saat ini. Sebagian besar siswa mungkin akan menghadapi beberapa kesulitan dalam perubahan pekerjaan, pindah ke lokasi yang berbeda, terlibat dalam perubahan sosial yang kompleks, dan lain sebagainya. Pendidikan tidak dapat memberikan semua informasi yang mereka perlukan, melainkan harus menyediakan ketrampilan untuk terus belajar.

Pendidikan di Indonesia dimana pendidikan hanya fokus pada pembelajaran “apa yang siswa tahu,” merupakan suatu tantangan untuk mengembangkan pandangan umum pada siswa tentang “bagaimana cara siswa untuk terus tahu” dan ketrampilan tersebut sangat penting dalam masyarakat modern.
Terdapat sudut pandang yang sangat kuat pada banyak pendidik, orang tua, dan anggota masyarakat lainnya bahwa hasil dari suatu badan pendidikan seperti sekolah adalah siswa Lulus Ujian Nasional dengan mengabaikan bahwa apa yang akan dikerjakan setelah lulus Ujian Nasional dan keterampilan apa yang dimiliki siswa yang lulus ujian nasional.
Kebanyakan siswa setelah lulus ujian dari sekolah atau mereka yang tidak lulus pada akhirnya akan memasuki dunia kerja. Bahkan untuk jumlah kecil yang tidak memasuki dunia kerja, semua harus menyelesaikan masalah yang semakin kompleks sepanjang hidup. Dunia bisnis cepat menyadari bahwa untuk menjadi sukses dalam masyarakat modern sangat
penting untuk bekerja lebih pintar dan yang terpenting adalah belajar sepanjang hidup harus menjadi penekanan dalam pendidikan.

KOMENTAR:
Ya,badan-badan yang bergerak dalam bidang pendidikan memang seharusnya lebih kritis lagi terhadap apa yang akan mereka berikan dan ajarkan pada para siswa. Mereka seharusnya dapat menyaring dan memilah apakah yang akan mereka beri dan diajarkan kelak akan berguna bagi para siswa setelah mereka lulus dan akan mulai memasuki dunia kerja atau tidak. Hal ini mengingat besarnya angka pengangguran saat ini karena ketidaksiapan  siswa saat memasuki dunia kerja. Karena selama ini pendidikan Indonesia lebih fokus pada materi ilmu pengetahuan saja tanpa menyiapkan siswa yang siap terjun kedunia kerja. Untuk itulah seharusnya badan-badan yang bergerak dalam bidang pendidikan sudah harus memikirkan lebih lanjut tentang keterampilan apa yang seharusnya dimiliki oleh siswa yang lulus ujian nasional. Dan yang terpenting adalah pendidikan seharusnya lebih menekankan agar bagaimana siswa untuk “mau terus belajar”.

H.Masalah Pendidikan di Indonesia 

January 26th, 2010

Kualitas pendidikan di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Ini dibuktikan bahwa indeks pengembangan manusia Indonesia makin menurun. Kualitas pendidikan di Indonesia berada pada urutan ke-12 dari 12 negara di Asia. Indonesia memiliki daya saing yang rendah Dan masih menurut survai dari lembaga yang sama Indonesia hanya berpredikat sebagai follower bukan sebagai pemimpin teknologi dari 53 negara di dunia.
Yang kita rasakan sekarang adalah adanya ketertinggalan didalam mutu pendidikan. Baik pendidikan formal maupun informal. Pendidikan memang telah menjadi penopang dalam meningkatkan sumber daya manusia Indonesia untuk pembangunan bangsa. Oleh karena itu, kita seharusnya dapat meningkatkan sumber daya manusia Indonesia yang tidak kalah bersaing dengan sumber daya manusia di negara-negara lain. Setelah kita amati, nampak jelas bahwa masalah yang serius dalam peningkatan mutu pendidikan di Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan di berbagai jenjang pendidikan, baik pendidikan formal maupun informal. Dan hal itulah yang menyebabkan rendahnya mutu pendidikan yang menghambat penyediaan sumber daya menusia yang mempunyai keahlian dan keterampilan untuk memenuhi pembangunan bangsa di berbagai bidang.
Penyebab rendahnya mutu pendidikan di Indonesia antara lain adalah masalah efektifitas, efisiensi dan standardisasi pengajaran. Hal tersebut masih menjadi masalah pendidikan di Indonesia pada umumnya. Adapun permasalahan khusus dalam dunia pendidikan yaitu:
(1). Rendahnya sarana fisik,
(2). Rendahnya kualitas guru,
(3). Rendahnya kesejahteraan guru,
(4). Rendahnya prestasi siswa,
(5). Rendahnya kesempatan pemerataan pendidikan,
(6). Mahalnya biaya pendidikan.

* Rendahnya Kualitas Sarana Fisik
Untuk sarana fisik misalnya, banyak sekali sekolah dan perguruan tinggi kita yang gedungnya rusak, kepemilikan dan penggunaan media belajar rendah, buku perpustakaan tidak lengkap. Sementara laboratorium tidak standar, pemakaian teknologi informasi tidak memadai dan sebagainya. Bahkan masih banyak sekolah yang tidak memiliki gedung sendiri, tidak memiliki perpustakaan, tidak memiliki laboratorium dan sebagainya.

* Rendahnya Kualitas Guru
Keadaan guru di Indonesia juga amat memprihatinkan. Kebanyakan guru belum memiliki profesionalisme yang memadai untuk menjalankan tugasnya. Bukan itu saja, sebagian guru di Indonesia bahkan dinyatakan tidak layak mengajar. Kelayakan mengajar itu jelas berhubungan dengan tingkat pendidikan guru itu sendiri. Data Balitbang Depdiknas (1998) menunjukkan dari sekitar 1,2 juta guru SD/MI hanya 13,8% yang berpendidikan diploma D2-Kependidikan ke atas. Selain itu, dari sekitar 680.000 guru SLTP/MTs baru 38,8% yang berpendidikan diploma D3-Kependidikan ke atas. Di tingkat sekolah menengah, dari 337.503 guru, baru 57,8% yang memiliki pendidikan S1 ke atas. Di tingkat pendidikan tinggi, dari 181.544 dosen, baru 18,86% yang berpendidikan S2 ke atas (3,48% berpendidikan S3). Walaupun guru dan pengajar bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan pendidikan tetapi, pengajaran merupakan titik sentral pendidikan dan kualifikasi, sebagai cermin kualitas, tenaga pengajar memberikan andil sangat besar pada kualitas pendidikan yang menjadi tanggung jawabnya.

* Rendahnya Kesejahteraan Guru
Rendahnya kesejahteraan guru mempunyai peran dalam membuat rendahnya kualitas pendidikan Indonesia. idealnya seorang guru menerima gaji bulanan serbesar Rp 3 juta rupiah. Sekarang, pendapatan rata-rata guru PNS per bulan sebesar Rp 1,5 juta. guru bantu Rp, 460 ribu, dan guru honorer di sekolah swasta rata-rata Rp 10 ribu per jam. Dengan pendapatan seperti itu, terang saja, banyak guru terpaksa melakukan pekerjaan sampingan. Ada yang mengajar lagi di sekolah lain, memberi les pada sore hari, menjadi tukang ojek, pedagang mie rebus, pedagang buku/LKS, pedagang pulsa ponsel.

* Rendahnya Prestasi Siswa
Dengan keadaan yang demikian itu (rendahnya sarana fisik, kualitas guru, dan kesejahteraan guru) pencapaian prestasi siswa pun menjadi tidak memuaskan. Sebagai misal pencapaian prestasi fisika dan matematika siswa Indonesia di dunia internasional sangat rendah.Anak-anak Indonesia ternyata hanya mampu menguasai 30% dari materi bacaan dan ternyata mereka sulit sekali menjawab soal-soal berbentuk uraian yang memerlukan penalaran. Hal ini mungkin karena mereka sangat terbiasa menghafal dan mengerjakan soal pilihan ganda.

* Kurangnya Pemerataan Kesempatan Pendidikan
Sementara itu layanan pendidikan usia dini masih sangat terbatas. Kegagalan pembinaan dalam usia dini nantinya tentu akan menghambat pengembangan sumber daya manusia secara keseluruhan. Oleh karena itu diperlukan kebijakan dan strategi pemerataan pendidikan yang tepat untuk mengatasi masalah ketidakmerataan tersebut.

* Mahalnya Biaya Pendidikan
Pendidikan bermutu itu mahal. Kalimat ini sering muncul untuk menjustifikasi mahalnya biaya yang harus dikeluarkan masyarakat untuk mengenyam bangku pendidikan. Mahalnya biaya pendidikan dari Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Perguruan Tinggi (PT) membuat masyarakat miskin tidak memiliki pilihan lain kecuali tidak bersekolah. Orang miskin tidak boleh sekolah. Pendidikan berkualitas memang tidak mungkin murah, atau tepatnya, tidak harus murah atau gratis. Tetapi persoalannya siapa yang seharusnya membayarnya? Pemerintahlah sebenarnya yang berkewajiban untuk menjamin setiap warganya memperoleh pendidikan dan menjamin akses masyarakat bawah untuk mendapatkan pendidikan bermutu. Akan tetapi, kenyataannya Pemerintah justru ingin berkilah dari tanggung jawab. Padahal keterbatasan dana tidak dapat dijadikan alasan bagi Pemerintah untuk ‘cuci tangan’.

KOMENTAR:
Sungguh banyak sekali permasalahan yang dihadapi dunia pendidikan kita. Diharapkan pemerintah dapat lebih peduli lagi akan nasib dan perkembangan dunia pendidikan. Sebab jika pendidikan Indonesia membaik, maka bidang-bidang lainnya pun akan menyusul. Dan jika pemerintah selalu menjadikan keterbatasan dana sebagai alasan untuk memajukan pendidikan kita, maka mutu pendidikan kita akan selamanya berada diurutan terbawah. Selain itu, sistem pendidikan pun perlu banyak dibenahi guna menghasilkan murid-murid yang lebih berkompeten dan berprestasi.  

I.Pendidikan di Indonesia Memprihatinkan

Jakarta, Pelita
Rektor Universitas Paramadina Jakarta Anies Baswedan mengatakan kondisi pendidikan di Indonesia saat sangat memprihatinkan. Sekitar 21 persen sekolah dasar di kota kekurangan guru. "Kondisi serupa juga terjadi di desa dengan angka kekurangan guru sekitar 37 persen, dan di desa terpencil sekitar 60 persen. Kondisi itu akan semakin parah pada lima tahun ke depan, karena sekitar 75 persen guru sekolah dasar (SD) di Indonesia pensiun," katanya di Jakarta, kemarin.
Melalui program tersebut, dirinya mengajak para pengajar muda untuk bertugas selama satu tahun di SD yang tersebar di lima kabupaten di Pulau Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. "Kini saatnya saya mengajak kalangan generasi muda lulusan perguruan tinggi untuk mau berperan menjadi pengajar di wilayah terpencil guna memberikan motivasi dan mimpi kepada anak-anak di pelosok Indonesia agar lebih maju." ucapnya.
Sementara itu,Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan dalam waktu dekat pemerintah akan meluncurkan program pendidikan anak harapan, sehingga ke depan diharapkan tak ada lagi anak-anak marjinal tak tersentuh pendidikan.
"Pendidikan ini berbasis asrama, sehingga konsepnya pun menyerupai pendidikan Pondok Pesantren," ucapnya. Menurutnya, program pendidikan anak harapan itu kini tengah dimatangkan. Tujuan dari program tersebut merupakan salah satu solusi mengentaskan kemiskinan, mengingat anak-anak didik berasal dari anak jalanan yang orang tuanya secara ekonomi tak memiliki kemampuan.
"Yang lebih penting adalah meningkatkan partisipasi pendidikan dan memberi harapan besar kepada anak didik untuk memperbaiki kualitas hidup mereka." katanya. Menag menjelaskan, jika program ini dapat berjalan diharapkan anak jalanan dapal terhindar dari tindak kekerasan dan pelecehan seksual.
Sebelumnya Menag menjelaskan bahwa pendidikan bagi anak harus dipandang sebagai kewajiban dan tak mengenal diskriminasi. Karena itu pula keberhasilan pendidikan harus pula memiliki tolak ukur yang jelas. Salah satunya adalah melalui ujian nasional (UN yang belum lama ini berlangsung dan menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat).
Ada yang memandang UN tak perlu, kata Menag, tapi ada yang menganggap penting sebagai "pintu masuk" mengukur keberhasilan program pendidikan secara nasional. "Jika tak ada tolak ukurnya dan hanya diberikan surat tanda tamat belajar, lalu bagaimana mengetahui pendidikan itu punya nilai kompetitif," tanya Suryadharma Ali. "Jadi, UN penting sebagai tolak ukur keberhasilan anak didik."
Sementara Mendiknas Muhammad Nuh menjelaskan UN dimaksudkan untuk menentukan sejauh mana standar kualitas pendidikan yang dimiliki. Jadi, UN merupakan pintu masuk untuk melakukan perbaikan pendidikan. Banyak kecurangan yang terjadi selama pelaksanaan UN. Tapi, jangan salahkan UN karena di situ terkait antara kejujuran dan prestasi.
Ia mengakui hasil UN banyak menimbulkan kekecewaan. Terutama bagi yang menolak diselenggarakannya UN Itu. Terlebih bagi yang gagal dan bahkan sampai satu sekolah tak lulus. Padahal, dengan kegagalan itu menjadi kewajiban semua pihak untuk melakukan perbaikan bersama. Termasuk pemerintah dengan mengintervensi di lembaga pendidikan bersangkutan, katanya. "Ini harus diperbaiki. Ada apa di lembaga pendidikan itu."

KOMENTAR:
Saya sangat mendukung dengan adanya program pendidikan anak harapan tersebut. Karena dengan adanya program tersebut, anak-anak jalanan yang tidak mampu melanjutkan sekolah karena keterbatasan biaya dapat menikmati pendidikan juga. Dan mengenai UN yang dijadikan sebagai alat ukur untuk meninjau sejauh mana kualitas pendidikan kita saat ini adalah tidak tepat jika pada pelaksanaan UN masih saja terjadi banyak kecurangan  dan kebocoran soal. Sebaiknya perlu adanya penyelidikan lebih lanjut mengapa sampai bisa terjadi kebocoran soal seperti itu agar pada pelaksanaan UN yang akan datang, hal-hal tersebut tidak terulang kembali.

J.Sistem Pendidikan Gagal Bentuk Karakter  Siswa

Selasa, 5 Oktober 2010
Medan (ANTARA News) - Sistem pendidikan di Indonesia dinilai gagal membentuk karakter siswa menjadi orang baik yang ditandai dengan banyaknya kasus korupsi, manipulasi, kebohongan, berbagai konflik dan terjadinya kekerasan.

"Ini bukti bahwa institusi pendidikan kita belum dapat mewujudkan tujuan pendidikan yakni untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, berakhlak mulia, dan menjadi warga negara yang bertanggung jawab," kata pendiri Indonesia Heritage Foundation, Dr Ratna Megawangi, di Medan, Selasa.

Menurut dia, salah satu penyebab utama kegagalan tersebut karena sistem pendidikan di Indonesia belum mempunyai kurikulum pendidikan karakter, tetapi yang ada hanya mata pelajaran tentang pengetahuan karakter (moral) yang tertuang didalam pelajaran agama, kewarganegaraan dan Pancasila.

Apalagi proses pembelajaran yang dilakukan dengan pendekatan penghafalan.Para siswa hanya diharapkan dapat menguasai materi yang keberhasilannya diukur dengan kemampuan anak menjawab soal ujian terutama dengan pilihan berganda.

"Karena orientasinya hanya semata-mata memperoleh nilai bagus, maka bagaimana mata pelajaran dapat berdampak pada perubahan perilaku siswa tidak pernah diperhatikan. Sehingga apa yang terjadi adalah kesenjangan antara pengetahuan moral dan prilaku," katanya.

Ia mengatakan, salah satu solusi untuk membuat pendidikan moral menjadi efektif adalah dengan melakukan pendidikan karakter, karena pendidikan moral bisanya hanya menyentuh aspek pengetahuan, belum sampai pada aspek prilaku.

Sedangkan pendidikan karakter membentuk perilaku siswa menjadi lebih bermoral, karena seseorang dapat disebut sebagai orang yang berkarakter apabila tingkah lakunya sesuai dengan kaidah moral.

"Sedangkan pendidikan moral misalnya dalam pendidikan pancasila, tidak menandai watak perilaku sebagai keberhasilan proses pembelajaran, tetapi cukup sampai pada sejauh mana anak didik mengetahui yaitu dengan pendekatan hafalan dan sedikit analisis," katanya.

KOMENTAR:
Ya, memang terlihat jelas ada kesenjangan antara pengetahuan moral dan perilaku siswa. Siswa hanya menghafalkan saja pengetahuan moral yang diperolehnya dengan tujuan mendapatkan nilai yang baik, tanpa mempraktikkannya dalam tindakan dan perilaku mereka sehari-hari. Mungkin memang akan lebih baik jika pendidikan karakter mulai segera dijalankan ditiap jenjang pendidikan agar institusi pendidikan  dapat mewujudkan tujuan pendidikan yang ada.

 
DAFTAR PUSTAKA

Ahmat.2010. Sistem Pendidikan di Indonesia. http://www.berani.co.id/Artikel_Detail.aspx?ID=3455&URLView=Arsip_Laporan_Khusus.aspx. Diakses tanggal 14 januari 2011.
Anonim.2010a. Kemanakah Arah Perahu Pendidikan
Anonim.2010b. Pendidikan di Indonesia Memprihatinkan.http://bataviase.co.id/node/240975. Diakses tanggal 12 Januari 2011.
Anonim.2010c. Sistem Pendidikan Gagal Bentuk Karakter Siswa.http://www.antaranews.com/berita/1286279999/sistem-pendidikan-gagal-bentuk-karakter-siswa. Diakses tanggal 12 Januari 2011.
Basri, Ahmad Hasan. 2010.Mau Dibawa Kemana Pendidikan di Indonesia. http://www.beritajatim.com/citizenjurnalism.php?newsid=704. Diakses pada 12 Januari 2011.
Ganis. 2010. Masalah Pendidikan di Indonesia. http://ganis.student.umm.ac.id/2010/01/26/mahalnya-biaya-sekulah-di-masa-sekarang/. Diakses tanggal 11 Januari 2011.
Maria, Dea Wrestiningtyas. 2009. Menilik Berubah-ubahnya Sistem Pendidikan di Indonesia. http://www.kulinet.com/baca/menilik-berubah-ubahnya-sistem-pendidikan-di-indonesia/601/. Diakses tanggal 12 Januari 2011.
Prasetya, Nicholaus. 2009. Membenahi Sistem Pendidikan di Indonesia. http://edukasi.kompasiana.com/2009/06/14/membenahi-sistem-pendidikan-di-indonesia/. Diakses tanggal 11 Januari 2011.
Setyowati.2009. Pendidikan Belum Merata-Guru Harus Siap Mengabdi di Desa. http://kesekolah.com/article-and-news/detail/4053-pendidikan-belum-merata-guru-harus-siap-mengabdi-di-desa.html. Diakses tanggal 12 Januari 2011.














Read more...

About this Blog

Seguidores

    © Summervina. Friends Forever Template by Emporium Digital 2009

Back to TOP