Aqua Timez-Memento Mori [Indonesia Translation]

>> Kamis, 03 November 2011

Jika 1 tahun berlalu sementara kau mengeluh, kesedihan pun tak akan hilang
Jika kehidupan berakhir sementara kau menyebar kebohongan, kebencian pun tak akan hilang
Tidak ada satu hal pun yang tak berarti,
namun aku pun tak ingin seperti cider yang telah terbuka
Memantul seperti suara gema di tengah malam
Aku ingin menghadapi hari terakhir

Jika kau tidak hidup sebaik mungkin,

Jika kau tidak menggunakan nyawa mu dengan sebaik mungkin,
Jika kau tidak dapat menyampaikan cinta mu,
Hanya akan seperti menerobos hari-hari yang tak berarti

Pada akhirnya, yang putus asa bukan lah orang lain tapi diri ku sendiri

Pada akhirnya, yang kebingungan dalam penyesalan bukan lah orang lain tapi diri ku sendiri
Hari di mana aku mulai bernyanyi saat aku sedih
Hari di mana aku tetap bernyanyi saat aku senang
Kau selalu ada di sana untuk ku
Suatu saat akan ada hari di mana aku mengakhiri lagu ku

Mengikat  mimpi yang ku lihat di dalam buaian dengan cahaya di hari terakhir

Agar kesedihan yang tak berbentuk dapat merekah dalam suara debu-debu

Makhluk hidup apa pun memiliki awal dan akhir

Di antara kedua hal itu ada masa lalu dan masa depan
Jalani saja hidup mu saat ini, karena kau tak dapat hidup di masa lalu
Karena masa depan adalah hal yang samar, jalani saja apa yang ada sekarang
Hanya untuk menjadi lebih baik
Hanya untuk menjadi lebih baik

Walaupun aku tahu bahwa suatu saat akan layu,

tapi aku berharap agar tetap mekar
Jika kau berpikir bahwa impian manusia hanyalah sesuatu yang kosong,
maka akan menjadi seperti itu lah
Hanya sampai mana kita dapat bertanya sampai di situ lah kita dapat menjawab
Biarkan jantung membunyikan jiwa
agar dapat melewati penderitaan yang seperti badai salju

Saat di mana aku terus bernyanyi ketika aku senang

Kau selalu ada untuk ku, bahkan hari ini


'Memento Mori' by Aqua Timez on Carpe Diem Album

(2011年08月20日) 

Credit@aquagreen77

Read more...

Aqua Timez-Alones [Indonesia Translation]

Indonesia translation:

Sayap pucat yang patah…
Kau hanya sedikit lelah terhadap langit yang terlalu biru
Jangan lagi tersenyum demi orang lain, tersenyumlah demi diri mu sendiri

Kesepian yang masih bertahan,

Lilin yang menyala di sisi luar,
Tempat lilin yang cantik di pesta yang ramai, di balik semua itu…
Apakah tidak apa-apa jika mengubur ketidaksempurnaan kata-kata dengan sesuatu?
Aku tak mengerti...

Setidaknya dalam mimpi,

seandainya dapat berenang dengan bebas, aku tidak butuh langit semacam ini
Walau aku tak dapat melukiskan semua hal yang terjadi sampai kemarin, aku tetap akan menghadapi hari esok

Sayap pucat yang patah…

Kau hanya sedikit lelah terhadap langit yang terlalu biru
Jangan lagi tersenyum demi orang lain, tersenyumlah demi diri mu sendiri

Perasaan rendah dan kompromi tidak bisa terwujud dengan mudah

Kelopak bunga yang terpantul di cermin saat kita berada di puncak kesadaran
Seperti meremas, mencoba meneriakkan cinta yang ternoda
Sangat menyakitkan

Di dalam waktu yang berputar,

Rasa sakit itu akan mengering menjadi luka
Kau, tanpa menunggu hal itu terjadi…sangat cantik, sangat  cepat berlalu

Doa yang bergetar dalam cahaya matahari seperti  jejak yang bergetar jatuh

Sekarang tak perlu memaksakan diri untuk mencintai orang lain

Terkadang dalam dunia ini saat kita berjalan sambil melihat ke atas, sedikit terlalu silau ya…

Saat kau menunduk seolah kau tenggelam, tanah yang kering menghisap semua air mata mu

Mengapa kita selalu merasa sendirian? Tak apa jika kau tidak memiliki segalanya

Mengapa kita selalu merasa sendirian? Hanya terpaku bukanlah sebuah keberanian

'Alones' by Aqua Timez on Dareka no Chijou E Album

(Bleach Opening 06)

Credit@aquagreen77


Read more...

FAM (Fibroadenoma Mammae)

Sekitar dua minggu yang lalu aku akhirnya memutuskan untuk check up ke dokter. Dan dari diagnosa dokter ternyata memang benar aku positif terkena FAM (Fibroadenoma Mammae) atau lebih familiar disebut dengan tumor jinak payudara. Berbagai penelitian yang dilakukan selama ini belum dapat mengungkap secara pasti penyebab penyakit ini. Hanya saja dicurigai adanya hormon estrogen yang berlebihan menjadi penyebab utamanya. Dan FAM ini malah cenderung ditemui pada wanita usia muda yakni sekitar dua puluh tahun.

Untuk itulah buat semua teman-teman rajin-rajinlah memeriksa sekitar payudara siapa tau ada benjolan-benjolan yang besar kemungkinan adalah tumor dengan teknik pemeriksaan sendiri (SADARI). Dan jika memang menemukan ada benjolan, maka segera cek ke dokter. Jangan ditunda!
FAM ini jika masih berukuran kecil dan belum terasa nyeri maka masih bisa disembuhkan dengan tanpa operasi. Namun jika sudah berukuran cukup besar dan terasa nyeri, maka pengangkatan FAM dengan jalan operasi perlu dilakukan.

Dan buat teman-teman semua mohon doanya untukku. Semoga aku tidak sampai harus melakukan operasi pengangkatan FAM ini. Namun sejauh ini aku masih terus bersemangat menjalani pengobatan penyakit ini.


Aku yakin Tuhan punya maksud dibalik semua ini. Dan aku juga yakin semua telah dirancangnya dengan begitu indah ^_^

Read more...

Hampa

>> Selasa, 01 November 2011

Aku sakit???!!! 



HAHA! Dan jawabannya IYA!!


Hidupku hampa! Aku tak punya arah dan tujuan. Kadang aku merasa berdiri begitu lama sendiri dizona kegelapan, tanpa ada siapa pun yang mau mengulurkan tangannya menggapaiku dari zona itu. 

Aku hanya kesepian. Aku hanya butuh persahabatan yang ikhlas tanpa pamrih. 
Apakah terlalu muluk bagiku untuk merasakan itu semua?? Iyakah???

Aku ingin mencicipi manisnya sebuah persahabatan tanpa sedikitpun kepalsuan dan kemunafikan! Salahkah itu?? 
Aku hanya ingin merasakan sedikiiit saja. Hanya sedikit!! 
Sebelum aku MATI...

Dan bisakah semua orang mengerti jika aku jauh lebih rapuh dari yang selama ini mereka ketahui?
Aku hanya berharap Tuhan akan mengirimkan seorang sahabat yang tulus iklas bagi hatiku yang merindukan indahnya persahabatan yang sesungguhnya...

Read more...

[Puisi] Tolong

>> Rabu, 26 Oktober 2011



Transfigurasi tak dapat terjadi kala ini
Raga ini adalah raga yang terbangkan ke lautan derita
Telah puas bening-bening mengalir mulus lewat kulit memucat
Tatkala kembali tercabik-cabik! 
Cukup! 
Untuk apa terus dilanjutkan?
Tebing terjal yang kian merapuhkan langkahku
Tolonglah…
Kini aku memerlukan pundakmu….
Engkau…
Seseorang yang bermandikan cahaya kehidupan
Namun ada dimana sekarang??!
Arteri ku pecah!!
Bius  yang datang tlah matikan semua yang mulai tumbuh…
Kala ini…didada ini…
Berikan…
Berikan senyum kepalsuan…
Agar beban ku musnah…
Berikanlah…!
Entah tulus...
entah dengan pamrih…
Namun ku pastikan inilah yang penghabisan...

Read more...

Kematian

Apa yang kalian pikirkan tentang kematian? Apakah kalian memikirkan meninggalkan dunia fana ini dan memulai kehidupan yang baru ditempat yang asing? Jujur aku begitu sering memikirkan tentang kematian. Memikirkan bagaimana bila besok aku akan mati? Membayangkan bahwa hari-hariku didunia tinggal sedikit lagi. 

Ya, tak dapat dipungkiri. Kehidupan ini sangat singkat. Terlalu singkat bahkan bila kita tak mengisinya dengan segala sesuatu yang baik dan bermanfaat. Dan sampai aku menuliskan hal ini, aku merasa belum menjalankan hidup didunia dengan baik. Bahkan jauh dari baik! Aku lantas mulai berpikir bagaimana jika tiba-tiba besok aku dipanggil? Bagaimana dengan banyaknya deretan hal-hal yang belum aku lakukan dan aku wujudkan? Aku khawatir memikirkan hal itu. Namun walau pun kerap memikirkannya, aku tetap tak bisa memperbaiki diri ditiap detik yang aku lalui dengan bernapas dibumi ini. Mengingat itu, aku membenci diriku!!

Sekarang aku hanya ingin Tuhan mendengarkan segalanya yang ada didasar hatiku. Tolong Tuhan berikan aku cukup waktu untuk mewujudkan keinginan dan impian yang selama ini belum sempat kuraih didunia ini. Masih banyak yang ingin ku bahagiakan. Terutama kedua orang tuaku tercinta. Izinkan aku untuk membuat mereka bangga memilikiku. Izinkanlah...

Sekali lagi aku mohon Tuhan, berikan aku waktu yang lebih didunia ini...

Read more...

Cerpen Masa SMA

>> Minggu, 23 Oktober 2011

Cerpen Masa SMA
___________________________________________________________


Ku lepas pelukan Nara dariku. Bahkan isak tangisnya pun tak ku pedulikan. Aku hanya tak ingin terus menerus hidup dengan kebohongan yang ku pelihara. Aku tak ingin mencari pengganti Rasta. Aku tak ingin menghapus semua hanya karena kehadiran Nara.
Aku ingat betul lima bulan yang lalu, ketika hidupku ditaburi cinta. Cinta Rasta yang mewarnai hari-hariku. Aku merasa saat itu hidupku benar-benar sempurna. RASTA. Nama yang amat melekat dihatiku. Dan aku percaya hanya ada satu Rasta di dunia ini. Dan tak akan pernah ada yang bisa menyamainya. Bahkan Nara sekalipun!
Namun, lima bulan yang lalu, tepatnya di bulan Februari, Rasta membuatku benar-benar kecewa. Dimana dalam bulan tersebut, aku berulang tahun. Namun dia pergi begitu saja. Kado spesial darinya. Tepat dihari ulang tahunku!
DDDRRTTTTTT….DDRRRRRRRTTT…..DDRRRRRRRRRRRRTTT….
Handphoneku bergetar berkali-kali. Dengan marah ku raih handphone yang dari tadi berbunyi tiada henti.
“hallo!!” ujarku kesal.
“Ryo…,maaf kalau aku udah ganggu kamu”,ujar suara diseberang.
“memangnya ada perlu apa lagi sih??!!” kesalku semakin menjadi.
“aku…aku cuma pengen bilang kalau aku…,”
“kalo kamu kenapa hah??!! Lama banget sih! Ngomong aja kok repot! ”
“aku sayang kamu,yo. Aku cuma pengen kamu tau perasaan aku. Sebelum…,”
“huuhhhhh!! Aku udah bosan dengerin kamu bilang gitu mulu tiap hari! Apa kamu udah nggak ada kata-kata lain lagi selain aku sayang kamu,aku cinta kamu,aku suka kamu,hahh??? Capek aku dengerin kamu. Udah gila kamu! Hanya mau bilang kayak gini aja kamu mesti bangunin aku pagi-pagi buta gini.”
“tapi yo…,kali ini aku janji ini yang terakhir. Karena aku bakalan pergi jauh. Dan nggak akan pernah ganggu hidup kamu lagi.”
“ooo…bagus dong! Sebaiknya memang begitu.”ujarku sambil tersenyum kecil.
                                                                    ~+~
Suara gaduh terdengar dibalik pintu kamarku. Kutajamkan pendengaranku. Hmm…rupanya suara gaduh itu adalah suara gedoran pintu dibarengi dengan teriakan ibuku. Apa??? Ibuku berteriak-teriak sambil menggedor pintu kamarku??? Ini tak biasanya.
Dengan berat hati, aku pun menemani ibuku menuju rumah Nara. Ibuku terlihat panik. Sedangkan aku sibuk bernyanyi-nyanyi sendiri. Aku tak tahu apa yang ibu cemaskan. Apa yang terjadi pada Nara. Yang aku tahu, ibu membangunkanku dan segera mengajakku untuk pergi ke rumah Nara. Ibu tak menjelaskan apa-apa padaku. Aku juga terlalu malas untuk menanyakannya.
‘ku harap Nara gak jadi geer lantaran kedatanganku. Kalo dia geer, aku tinggal kabur aja dari rumahnya.’Batinku .
Kepanikan ibuku bertambah saat tiba dirumah Nara. Aku sangat heran melihat rumah Nara kelihatan ramai sekali. Ada beberapa orang polisi diantara kerumunan orang-orang.
“ada apa ini?” Tanya ku saat telah berada diantara kerumunan orang diteras rumah Nara.
“ada yang barusan bunuh diri.” Sahut salah seorang yang dari tadi terlihat berkerumun tersebut.
“bunuh diri???”,bisikku dalam hati.
Aku segera masuk kedalam rumah Nara. Kulihat Nara. Bukan! Bukan lagi Nara. Melainkan mayatnya. Pucat. Pucat sekali. Ku dekati mayatnya yang terbaring tak berdaya. Kuambil secarik kertas yang masih tergenggam erat ditangan kanannya.
“Aku Nara. Bukan Rasta. Namun salahkah aku punya cinta sebesar cinta Rasta untukmu Ryo…? Aku Nara. Selamanya Nara. Aku takkan ingin menjadi orang lain. Atau Rasta sekalipun agar kau cintai.”

Aku tak habis pikir mengapa Nara memilih mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Kalau saja aku bisa melahirkan perasaan cinta untuknya. Mungkin takkan begini jadinya.
Lima bulan yang lalu. Nara adalah sosok gadis yang amat kuat.  Ditengah kondisi kritisnya, ia mendapatkan keajaiban. Rasta memutuskan untuk mendonorkan jantungnya pada Nara yang saat itu mengalami kerusakan jantung.
Rasta yang mengalami kanker otak saat itu merasa bahwa waktunya didunia sudah tak lama lagi. Maka ia pun meminta agar keluarganya berkenan mendonorkan jantungnya untuk Nara jika ia pergi nanti.
Sejak Rasta meninggal, jantungnya terus berdetak dalam raga gadis manis bernama Nara. Karena merasa tak ikhlas akan kepergian Rasta, akupun mulai mengamati Nara saat ia masih menjalani perawatan dirumah sakit. Aku hanya menginginkan Rasta saat itu. Aku berharap bisa menemukan Rasta kembali pada diri Nara. Hari-hari ku lalui bersama Nara. Dan aku pun dapat merasakan kalau Nara mulai jatuh cinta padaku. Awalnya aku bahagia. Namun, lama-kelamaan aku mulai menjaga jarak padanya. Aku sadar bahwa ini salah dan tak bisa diteruskan. Dia memang Nara. Tak ada secuil pun Rasta dalam dirinya.
Kini kusadar keegoisanku. Kenapa aku terlalu buta. Apakah duka kehilangan Rasta terlalu dalam sehingga aku tak melihat ada seseorang yang membawakan cinta yang setara dengan cinta Rasta, bahkan lebih. Namun aku menyakitinya dan menyia-nyiakannya. Sampai-sampai gadis yang penuh semangat hidup yang kukenal dulu telah berubah menjadi sosok gadis yang putus asa yang memutuskan mengakhiri hidupnya dengan meracuni tubuhnya sendiri.
Aku peluk Nara. Ya,setelah sekian lama aku baru mengenalnya. Dia Nara. Manis sekali. Walau dengan wajah pucat pasi. Dia Nara. Pancaran semangatnya masih terlihat jelas. Ya,benar-benar Nara.
Aku tahu sekarang. Hanya ada satu Rasta.  Cuma ada satu Nara. Namun bukan tak mungkin diluar sana tersimpan rasa cinta pada banyak orang untukku sebesar cinta Rasta. Bahkan lebih besar dari cinta Nara. 

===========================================


Selesai


Read more...

About this Blog

Seguidores

    © Summervina. Friends Forever Template by Emporium Digital 2009

Back to TOP