Summer

My hobbies
About me?
My Books

Welcome :

Happy reading, happy writing, happy learning!


My Facebook:

Anastasia Ervina

Buat Lencana Anda

Wanna chat?



  • [EVALUASI] PENGERTIAN EVALUASI, PENGUKURAN, PENILA...
  • [EVALUASI] Contoh Soal Biologi C1 dan C2
  • [EVALUASI] Soal Biologi C1-C6
  • [Flash Fiction] Pelajaran dari setangkai Dandelion...
  • [Curhat] Hidup Tanpa Kehidupan
  • [Curhat] 2012 itu tahunnya Nano-nano...
  • [Curhat] Bad Day!
  • [Curhat] Tentang Yamada Ryosuke dan Hey! Say! JUMP...
  • [Puisi] Tolong...
  • [Puisi] Tabir Kepalsuan
  • the credits:

    Editor: Miki.
    Basecodes: bloodkitty, Vulnerable love.
    Tutorials: Wanaseoby, Eva and Tizag.
    Resources: i ii iii iv

    DO NOT REMOVE THE CREDIT.
    ????•????

    [EVALUASI] PENILAIAN NON-TES
    Date: Jumat, 08 Maret 2013 - Time: 19.49 - 0 comment(s)



    PENILAIAN DALAM PEMBELAJARAN

    Untuk mengetahui perkembangan dan kemajuan belajar siswa, perlu
    dilakukan suatu penilaian terhadap hasil belajar yang telah dilaksanakan baik
    melalui tes maupun nontes seperti terlihat dalam bagan teknik pengumpulan
    informasi di bawah. Penilaian dilakukan tidak hanya untuk menilai hasil belajar
    siswa melainkan juga menilai proses belajar siswa.
    Sampai saat ini sistem penilaian di sekolah umumnya menggunakan teknik
    tes. Penilaian dengan menggunakan teknik ini kita sebut asesmen konvensional.
    Teknik tes ini tidak selengkapnya dapat menggambarkan kemajuan belajar siswa
    secara menyeluruh, sebab laporan itu berupa angka angka atau huruf huruf dan
    gambaran maknanya sangat abstrak. Untuk melengkapi gambaran kemajuan
    belajar siswa guru dapat menggunakan teknik lain yang sudah kita kenal sebagai
    teknik nontes. Penilaiaan dengan teknik nontes ini kita sebut asesmen alternatif.
    Asesmen alternatif diapakai sebagai penunjang dalam memberikan
    gambaran pengalaman dan kemajuan belajar siswa secara menyeluruh. Melalui
    penggunaan asesmen alternatif ini, guru, orang tua, dan bahkan siswa dapat
    mengetahui kemajuan dan kemampuan belajarnya. Hal ini sesuai dengan tuntutan
    PBK bahwa penilaian dilakukan secara terpadu dalam kegiatan KBM melalui
    portofolio, hasil karya (produk), penugasan (proyek), kinerja (performance), dan
    tes tertulis. Dengan demikian, PBK harus dirancang guru dan dilaksanakan
    sehingga diperoleh informasi tentang pencapaian dan kemajuan belajar siswa dan
    mengefektifkan penggunaan informasi tersebut dalam mencapai tujuan pendidikan
    sebagaimana terlihat dalam bagan berikut.














    Penilaian












    Non
    Tes




    Kognitif
    Afektif




    Tes





    Psikomotor









    Tes Lisan Tes Tertulis Tes Perbuatan







    Skala sikap
    Daftar Periksa
    (Cek-lis)
    Kuisioner
    Catatan Anekdotal
    Portofolio
    Catatan sekolah
    Jurnal
    Cuplikan kerja




    Tes Tertulis Uraian
    Terbatas/tertutup/ter
    struktur
    Bebas terbuka




    Tes Tertulis Objektif
    Pilihan ganda
    Benar Salah Memilih
    Menjodohkan
    Isian singkat
    Isian panjang Mengisi
    Isian klosur









    Bagan Teknik Pengumpulan Informasi
    Diadaptasi dari Puskur, 2002




    Asesmen Alternatif
    1) Bentuk Asesmen Alternatif
    Teknik asesmen alternatif yang dibahas pada bagian ini meliputi catatan sekolah,
    cuplikan kerja, portofolio, wawancara, observasi, dan jurnal.
    a.Catatan sekolah
    Catatan sekolah merupakan laporan tentang kemajuan belajar siswa berupa
    deskripsi tentang aspek aspek yang dialami siswa berkaitan dengan mata
    pelajaran di sekolah.
    b.Cuplikan kerja dan tes performansi










    Cuplikan kerja merupakan unjuk kerja kegiatan yang dihasilkan siswa
    berkaitan dengan pengetahuan yang sedang dipelajari.
    c.Portofolio
    Portofolio merupakan berkas bukti bukti yang disusun untuk mendapatkan
    akreditasi perolehan belajar melalui pengalaman. Dalam format penilaian
    portofolio dideskripsikan tentang metode, pemenuhan kriteria, dan keputusan
    (diterima,ditolak, bersyarat dengan tambahan). Untuk ini lampiran berkas
    bukti bukti untuk kerja siswa harus diperhatikan.
    d.Wawancara
    Wawancara adalah teknik asesmen lisan yang digunakan untuk memperoleh
    jawaban dari siswa tentang sesuatu yang telah dipelajari. Asesmen dengan
    wawancara ini dapat dipakai sebagai penunjang atan pelengkap jika dengan
    asesmen yang lain belum didapatkan gambaran yang jelas tentang siswa.
    e.Observasi
    Observasi adalah teknik asesmen alternatif yang dilakukan dengan cara
    melakukan pengamatan secara teliti serta mencatat secara sistematis tentang
    sesuatu yang terjadi dikelas berkaitan dengan materi yang ditargetkan guru.
    Observasi ini harus selalu diusahakan dalan situasi yang alami agar
    mendapatkan data yang sebenarnya.
    f.Jurnal
    Jurnal merupakan catatan harian siswa yang menggambarkan kegiatan siswa
    setiap hari. Jurnal ini dapat berisikan hal hal yang dilakukan siswa diluar
    jam sekolah. Selain itu dapat juga dipakai oleh guru untuk memberi
    pertimbangan, motivasi, dan penguatan kepada siswa.
    g.Catatan Anekdotal merupakan catatan pengamatan informal yang
    menggambarkan perkembangan bahasa maupun perkembangan sosial,
    kebutuhan, kelebihan, kekurangan, kemajuan, gaya belajar, ketarampilan, dan
    strategi yang digunakan peserta didik atau yang berkaitan dengan hal apa saja
    yang tampak bermakna ketika dilakukan pengamatan. Catatan ini berisi
    komentar singkat yang spesifik mengenai sesuatu yang dikerjakan dan yang










    perlu dikerjakan siswa yang didokumentasikan secara terus menerus sehingga
    menggambarkan kemampuan anak secara luas.

    Jenis-jenis penilaian Non Tes

    1.    Penilaian Unjuk Kerja
    Penilaian unjuk kerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu.
    Penilaian unjuk kerja perlu mempertimbangkan hal-hal berikut:
    1.    Langkah-langkah kinerja yang diharapkan dilakukan peserta didik untuk menunjukkan kinerja dari suatu kompetensi.
    2. Kelengkapan dan ketepatan aspek yang akan dinilai dalam kinerja tersebut.
    3. Kemampuan-kemampuan khusus yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas.
    4. Upayakan kemampuan yang akan dinilai tidak terlalu banyak, sehingga semua dapat diamati.
    5. Kemampuan yang akan dinilai diurutkan berdasarkan urutan yang akan diamati.

    Pengamatan unjuk kerja perlu dilakukan dalam berbagai konteks untuk menetapkan tingkat pencapaian kemampuan tertentu. Untuk menilai kemampuan berbicara peserta didik, misalnya dilakukan pengamatan atau observasi berbicara yang beragam, seperti: diskusi dalam kelompok kecil, berpidato, bercerita, dan melakukan wawancara. Dengan demikian, gambaran kemampuan peserta didik akan lebih utuh.
    Penilaian unjuk kerja dapat dilakukan dengan menggunakan daftar cek (ya – tidak). Pada penilaian unjuk kerja yang menggunakan daftar cek, peserta didik mendapat nilai apabila kriteria penguasaan kemampuan tertentu dapat diamati oleh penilai. Jika tidak dapat diamati, peserta didik tidak memperoleh nilai. Kelemahan cara ini adalah penilai hanya mempunyai dua pilihan mutlak, misalnya benar-salah, dapat diamati-tidak dapat diamati. Dengan demikian tidak terdapat nilai tengah. Berikut contoh daftar cek.

    Contoh Daftar Cek Keterampilan Penggunaan Termometer

    No.
    Aktivitas yang Diamati
    Ya
    Tidak
    1.
    Mengeluarkan termometer dari tempatnya dengan memegang bagian ujung termometer yang tak berisi air raksa.
    2.
    Menurunkan posisi air raksa dalam pipa kapiler termometer serendah-rendahnya.
    3.
    Memasang termometer pada tubuh teman (di mulut atau di ketiak) sehingga bagian yang berisi air raksa terkontak degan tubuh pasien.
    4.
    Menunggu beberapa menit (membiarkan termometer menempel di tubuh pasien selama beberapa menit).
    5.
    Mengambil termometer dari tubuh pasien dengan memegang bagian ujung termometer yang tidak berisi air raksa.
    6.
    Membaca tinggi air raksa dalam pipa kapiler dengan posisi mata tegak lurus.
    Skor yang dicapai
    Skor maksimum
    6


    2.    Penilaian Portofolio
    Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu. Informasi perkembangan peserta didik tersebut dapat berupa karya peserta didik (hasil pekerjaan) dari proses pembelajaran yang dianggap terbaik oleh peserta didiknya, hasil tes (bukan nilai), piagam penghargaan atau bentuk informasi lain yang terkait dengan kompetensi tertentu dalam satu mata pelajaran. Berdasarkan informasi perkembangan tersebut, guru dan peserta didik sendiri dapat menilai perkembangan kemampuan peserta didik  dan terus  melakukan perbaikan. Dengan demikian, portofolio dapat memperlihatkan perkembangan kemajuan belajar peserta didik melalui karya peserta didik, antara lain: karangan, puisi, surat, komposisi, dan musik.
    Isi atau komponen portofolio biasanya disebut artifak.
    Komponen penilaian portofolio meliputi: (1) catatan guru, (2) hasil pekerjaan peserta didik, dan (3) profil perkembangan peserta didik. Hasil catatan guru mampu memberi penilaian terhadap sikap peserta didik dalam melakukan kegiatan portofolio. Hasil pekerjaan peserta didik mampu memberi skor berdasarkan kriteria (1) rangkuman isi portofolio, (2) dokumentasi/data dalam folder, (3) perkembangan dokumen, (4) ringkasan setiap dokumen, (5) presentasi dan (6) penampilan. Hasil profil perkembangan peserta didik mampu memberi skor berdasarkan gambaran perkembangan pencapaian kompetensi peserta didik pada selang waktu tertentu. Ketiga komponen ini dijadikan suatu informasi tentang tingkat kemajuan atau penguasaan kompetensi peserta didik sebagai hasil dari proses pembelajaran.

    Contoh:  Penilaian Portofolio
    Kompetensi Keahlian : Teknik Gambar Bangunan
    Mata Pelajaran/SK     : Menggambar Teknik Bangunan Gedung
    Alokasi Waktu           : 1 (Satu) Semester
    Nama Siswa               : ..................................................                                                                     Kelas : X/1

     No
    Standar Kompetensi/
    Kompetensi Dasar
    Periode
    Kriteria
    Keterangan
    Keaslian
    Kesesuaian
    Kualitas / Kerapihan
    Waktu Pembuatan
    1.
    Menggambar macam-macam pondasi
    30/7





    10/8





    dst.





    2.
    Membuat analisa perencanaan bangunan gedung
    1/9





    30/9





    dst.





    3.
    Dan seterusnya
    ...






    Catatan:
    Setiap karya peserta didik sesuai Standar Kompetensi/Kompetensi Dasar yang masuk dalam daftar portofolio dikumpulkan dalam satu file (tempat) untuk setiap peserta didik sebagai bukti pekerjaannya. Skor untuk setiap kriteria menggunakan skala penilaian 0,00 - 0,00 atau 0 - 100. Semakin baik hasil penugasan/karya peserta didik, semakin tinggi skor yang diberikan. Kolom keterangan diisi dengan catatan guru tentang kelemahan dan kekuatan/kelebihan bukti belajar (evidence) yang dinilai

    3.      Penilaian Sikap
    Penilaian sikap adalah penilaian terhadap perilaku dan keyakinan siswa terhadap suatu obyek, fenomena, atau masalah. Sikap dapat dibentuk dan merupakan ekspresi perasaan, nilai, atau pandangan hidup yang terkait dengan kecenderungan bertindak seseorang dalam merespon sesuatu/objek. Sikap terdiri dari tiga komponen, yakni: komponen afektif, komponen kognitif, dan komponen konatif. Komponen afektif adalah perasaan yang dimiliki oleh seseorang atau penilaiannya terhadap sesuatu objek. Komponen kognitif adalah kepercayaan atau keyakinan seseorang mengenai objek. Adapun komponen konatif adalah kecenderungan untuk berperilaku atau berbuat dengan cara-cara tertentu berkenaan dengan kehadiran objek sikap.

    Contoh Format Penilaian Sikap dalam Praktek IPA
    No.
    Nama
    Perilaku
    Nilai
    Keterangan
    Bekerja sama
    Berinisiatif
    Penuh Perhatian
    Bekerja sistematis
    1.
    Ruri
    2.
    Udin
    3.
    ….
    4.
    ….
    Catatan: Kolom perilaku diisi dengan angka yang sesuai:
    1 = sangat kurang, 2 = kurang, 3 = sedang, 4 = baik, 5 = amat baik

    4.      Penilaian Proyek
    Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan dan penyajian data. Penilaian proyek dapat digunakan untuk mengetahui pemahaman, kemampuan mengaplikasikan, kemampuan penyelidikan dan kemampuan menginformasikan peserta didik pada mata pelajaran tertentu secara jelas.

    Contoh penilaian proyek:
    Lakukan penelitian sederhana di lingkungan tempat tinggalmu untuk menentukan curah hujan.
    Contoh Rubrik Penilaian Tugas Proyek

    Aspek
    Kriteria dan Skor
    3
    2
    1
    Persiapan
    Jika memuat tujuan, topik, alasan, tempat penelitian, daftar pertanyaan dengan lengkap.
    Jika memuat tujuan, topik, alasan, tempat penelitian, daftar pertanyaan kurang lengkap.
    Jika memuat tujuan, topik, alasan, tempat penelitian, daftar pertanyaan tidak lengkap.
    PengumpulanData
    Jika daftar pertanyaan dapat dilaksanakan semuanya dan data tercatat dengan rapi dan lengkap.
    Jika daftar pertanyaan dapat dilaksanakan semuanya, tetapi data tidak tercatat dengan rapi dan lengkap.
    Jika daftar pertanyaan tidak dapat dilaksanakan semuanya dan data tidak tercatat dengan rapi dan lengkap.
    PengolahanData
    Jika pengolahan data sesuai tujuan penelitian.
    Jika pembahasan data kurang menggambarkan tujuan penelitian.
    Jika sekedar melaporkan hasil penelitian tanpa membahas data.
    Pelaporantertulis
    Jika sistematika penulisan benar, memuat saran, bahasa komunikatif.
    Jika sistematika penulisan benar, memuat saran, namum bahasa kurang komunikatif.
    Jika penulisan kurang sistematis, bahasa kurang komunikatif, kurang memuat saran.

    5.      Penilaian Produk
    Penilaian hasil kerja atau poduk merupakan penilaian kepada siswa dalam mengendalikan proses dan memanfaatkan bahan untuk menghasilkan sesuatu, kerja praktik atau kualitas estetik dari sesuatu yang mereka produksi. Penilaian produk tidak hanya diperoleh dari hasil akhir saja tetapi juga proses pembuatannya. Penilaian produk meliputi penilaian terhadap kemampuan peserta didik membuat produk-produk teknologi dan seni, seperti: makanan, pakaian, hasil karya seni (patung, lukisan, gambar), alat peraga murah, barang-barang terbuat dari kayu, keramik, plastik, dan logam.

    Contoh Format Penilaian Produk Alat Peraga

    No.
    Aspek yang Dinilai
    Nilai
    1
    2
    3
    4
    1.
    Keaslian ide alat peraga
    2.
    Pengetahuan yang mendukung
    3.
    Alat dan bahan yang digunakan
    4.
    Cara pembuatan
    5.
    Penampilan alat peraga
    6.
    Kepraktisan penggunaan alat peraga
    7.
    Manfaat alat peraga
    Jumlah
    Skor Maksimum
    28

    Catatan:
    Kolom nilai diisi dengan angka yang sesuai:
    1 = kurang
    2 = sedang
    3 = baik
    4 = amat baik

    6.      Penilaian Diri
    Penilaian diri merupakan suatu metode penilaian yang memberi kesempatan kepada siswa untuk mengambil tanggung jawab terhadap belajar mereka sendiri. Mereka diberi kesempatan untuk menilai pekerjaan dan kemampuan mereka sesuai dengan pengalaman yang mereka rasakan.
    Tipe-tipe penilaian diri sendiri ini membagi tema yang umum, mereka meminta peserta didik menilai pekerjaannya untuk menentukan apa yang telah mereka pelajari, bagaimana mereka belajar, dan bagian mana yang masih tidak dimengerti.  Melalui bentuk-bentuk ini peserta didik menilai perkembangan mereka dalam pengetahuan, kecakapan, strategi, proses dan sikap.  Aplikasi Menilai Proyek memiliki beberapa contoh penilaian pemikiran diri sendiri untuk membantu peserta didik menilai usaha-usaha pribadi mereka, partisipasi mereka dalam kelompok, proses berpikir mereka, tugas tertulis dan presentasi, dan kinerja kecakapan dan proses mereka.
    Para peserta didik tidak belajar untuk menilai sendiri pelajarannya, mereka harus diajarkan strategi untuk pemantauan dan penilaian diri sendiri.  Strategi yang efektif tersebut seperti yang dipaparkan di bawah ini.
    a.       Contoh menggunakan daftar atau rubrik untuk menilai tulisan dengan menggunakan strategi berpikir keras sebagaimana yang dilihat di setiap kriteria.
    b.      Para peserta didik mencoba teknik mereka sendiri dengan menggunakan salah satu contoh tulisan mereka.
    c.       Para peserta didik menilai tulisan satu sama lain, menilai diri sendiri dan membuat komentar.

    Contoh Penilaian Diri

    Mata Pelajaran : Matematika 
    Aspek : Kognitif
    Alokasi Waktu : 1 Semester

    Nama Siswa : _________________ Kelas : X/1

    No S. Kompetensi / K. Dasar Tanggapan Keterangan
    1 0 
    1. Aljabar
    a. Menggunakan aturan pangkat
    b. Menggunakan atuuran akar
    c. Menggunakan aturan logaritma
    d. Memanipulasi aljabar 1 = Paham
    0 = Tidak Paham
    2. Dst 

    Catatan:
    Guru menyarankan kepada peserta didik untuk menyatakan secara jujur sesuai kemampuan yang dimilikinya, karena tidak berpengaruh terhadap nilai akhir. Hanya bertujuan untuk perbaikan proses pembelajaran.




      
    REFERENSI
    Arikunto, Suharsimi. 2006. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
    Daryanto (2008), Evaluasi Pendidikan, Jakarta: PT. Rineka Cipta.
    Resmini,Novi.2010. Penilaian dalam Pengajara Bahasa.
    Sudjana, Nana. 1989. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.












    Label: ,